
Akhirnya
selesai juga sinopsis MoonSun episode 6. Masih dipenuhi air mata,
sinopsis episode 6 ini membuatku patah hati lagi. Keluarga Yeon Woo
begitu kehilangan putrinya sedangkan Yeon Woo menyangka keluarganya
membuangnya.
Kim So Hyun, Jung Il Woo, Nam Bo Ra, Seo Jae Rim dan Kim
Min Seo muncul di pertengahan episode sedangkan Han ga in, muncul di
akhir episode.

Aku Sedih, para aktor dan aktris cilik sudah menyelesaikan tugasnya. Good Job! Rating MoonSun naik menjadi 28%.
Episode 6 : Only You

Setelah
Hyung Sun memberitahu pada Hwon bagaimana Yeon Woo meninggal dalam
pelukan ayahnya, Hwon terhuyung-huyung berjalan keluar dan penjaga
menghentikannya. Hwon mengatakan Raja adalah matahari dan istri raja
adalah bulan, sehingga ia memberikan pin bulan yang merangkul matahari
pada yeon woo dan mulai menyebut namanya.

Yeon
Woo dimakamkan di pebukitan dan hanya dihadiri keluarganya.Ibu Yeon Woo
mencoba memegang peti mati putrinya dan memanggil namanya 'Yeon Woo
ya~'. Woon juga hadir dalam pemakaman itu.

Yang Myung datang tepat saat Yeon Woo akan dikubur. Myung berlutut dan menangis.

Bo
Kyung menyambut ayahnya, Ayahnya mengatakan Bo Kyung akan masuk ke
istana. Ibunya bertanya apa itu artinya Bo Kyung akan jadi istri putra
mahkota? Bo Kyung bertanya pada ayahnya dengan keras : Apakah dia mati?
sedang dalam fikirannya sebenarnya Bo Kyung bertanya Apakah kau
membunuhnya. Ayahnya mengatakan bahwa Yeon Woo meninggal hari ini.

Bo
Kyung masuk ke kamarnya dan mengambil gelang yang dibuatkan Yeon Woo
untuk Hwon, yang dijatuhkan Yeon Woo saat pesta. Bo Kyung lalu ingat
nasehat ayahnya 'Jika kau ingin menjadi istri pangeran, maka buang rasa
bersalah dan simpatimu. Ingat bagaimana kau merasa marah ketika mereka
mengambil apa yang kau inginkan. Jika kau tak dapat melakukakannya, maka
jangan naik ke posisi itu. Bo Kyung mengatakan : Istri pangeran.
(Sebenarnya
Bo Kyung ini masih ragu, ia juga bersalah atas kematian Yeon Woo tapi
karena pengaruh ayahnya yang kuat, ia mulai jadi jahat).

Hwon
ingat kata-kata Yeon Woo untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas
segala sesuatu, karena itu bukan salahnya. Hwon menangis ketika Yang
Myung datang.

Hwon : kakak, bagaimana guru sekarang? anak itu, disaat terakhirnya apakah kau ada disana?
Myung : Mengapa? Mengapa kau ingin tahu tentang itu? Kenapa kau bertanya tentang saat terakhir anak itu?
Hwon : kakak
Myung
: Ketika anak itu diusir keluar istana seperti penjahat, dimana kau,
apa yang kau lakukan? Saat anak itu tergantung antara hidup dan mati,
apa yang kau lakukan?
Hwon : hentikan.
Myung : Saat dia dimakamkan
dalam tanah yang dingin, apa yang kau lakukan? Saat ayah dan kakak anak
itu dituduh berbohong, apa yang kau lakukan?
Hwon : kakak!
Myung : bukankah kau putra mahkota yang memilki segalanya. Dan satupun tak bisa kumiliki.


Hwon : kakak...
Myung
: dia adalah satu-satunya bagiku, aku benar-benar hanya
menginginkannya. hanya satu, demi aku, kau tak bisa memberikannya. aku
akan melindunginya, dengan segala hal yang aku miliki, bahkan dengan
hidupku, aku akan melindunginya. Tapi kau tak bisa melindunginya. Yang
Myung berjalan pergi. Dia berkata pada dirinya sendiri Bahwa dikehidupan
berikutnya, Yeon Woo akan menjadi miliknya. Dalam kehidupan berikutnya
ia akan melindunginya apapun yang terjadi.
(Aduuuuuuuhhhh, sedih
banged deh disini. Bukan hanya Myung yang mederita, justru Hwon yang
lebih menderita. Ia sangat mencintai Yeon Woo, tapi tak bisa
melindunginya, pasti hati Hwon juga sangat sakit. Makanya Yeon Woo
meminta Hwon jangan menyalahkan diri sendiri. Sepertinya saat mereka
memperebutkan Wol nanti, Myung ga akan kalah, padahal myung berkata
dikehidupan berikutnya, aku harap dia nyadar bahwa Wol masih dalam
kehidupan sekarang, bukan kehidupan berikutnya)

nenek
berkata Shaman Jang sudah bekerja keras. Nenek menawarkan membuat
sebuah tempat untuk Shaman jang di istana. Shaman Jang berkata ia datang
untuk meminta izin meninggalkan istana dalam waktu yang singkat. Ia
membuat alasan bahwa mantranya membuat tubuhnya lelah karena sangat
sulit memisahkan roh dari tubuh seseorang. Nenek mengatakan itu tak
masalah karena ia memiliki Shaman berbakat seperti Jang. Nenek tanya
kapan ia kembali, Jang tak yakin kapan.

Pada
malam harinya, didalam tanah didalam peti mati, Yeon Woo mulai bergerak
dan bangun. ementara diatas tanah Shaman Jang memerintahkan orang untuk
segera menggalinya karena Yeon Woo akan segera bangun. Yeon Woo membuka
matanya dan mulai memukul-mukul peti mati, ia kesulitan bernafas.

Orang
lain muncul di makam itu. Dia adalah Seul ia berdarah dan bertelanjang
kaki jalan sejauh itu. Yeon woo memanggil dalam hatinya : Ayah, Ibu,
Kakak, Pangeran. Mereka akhirnya bisa mengeluarkannya. Lalu ia mendengar
suara Shaman jang yang mengatakan 'hidup kembali'.

Yeon
Woo berada disebuah ruangan disiang harinya. Janshil (tokoh baru, anak
buah Shaman Jang) menatap Yeon Woo. Yeon woo bertanya siapa dia.
Jan Shil : Aku? Jan shil.
Yeon Woo : Janshil.


Jansil pergi keluar dan memanggil Shaman Jang. Seul datang dan bertanya kau sudah sadar?
Shaman Jang datang. Yeon Woo bertanya pada Shama Jang siapa kau? Ia bertanya pada Seul siapa kau? dimana ini? dan siapa aku?

Jan
Shil mengajak seul keluar dan mengatakan kasihan pada seul. Kau akan
menghabiskan hidupmu sebagai bayangannya. Dia mengatakan tentang
bagaimana sebuah bunga mendekati bunga lain maka sesuatu akan hilang,
jadi pastikan jangan terlalu dekat.


Shaman
Jang mengatakan kalau Yeon woo adalah sebuah medium. Jang mengatakan
Yeon woo pingsan saat ritual dimana Yeon Woo menjadi medium untuk
mengundang roh.Ia menambhakan kalau tubuh Yeon woo mempunyai semangat
yang besar saat acara itu hingga ia kehilangan ingatannya. sekarang
panggil saja aku Shinonim. Yeon Woo menyela dan bertanya dimana
keluargaku? Jang berkata ia tak tahu, dia hanya melakukan ritual dan ia
melihat kalau dimata Yeon Woo ada sesuatu, potensi menjadi shaman. Yeon
woo mulai menangis dan bertanya apa keluarganya membuangnya karena
mereka tahu aku punya kekuatan menjadi shaman dan mereka membuangnya.
Shaman Jang berkata itu lebih baik bagi Yeon Woo kehilangan ingatannya
dimana ia akan menjadi shaman. (Maksudnya adalah, Shaman Jang berbohong
Yeon Woo punya potensi menjadi shaman. Jadi, saat ia tahu kalau YW bisa
jadi shaman ia melakukan ritual untuknya, saat itu YW pingsan dan
kehilangan ingatannya. YW mengira orang tuanya membuangnya karena ia
punya potensi menjadi shaman, kebanyakan orng korea takut pada orang
yang bisa menjadi shaman, atau semacam itu lah, mungkin di indonesia
cenayang kali ya?)

Hwon
bertemu Mentri Yoon dan tersenyum. Ia membuat sebuah ancaman tentang
bagaimana ia mungkin harus menarik keluar seseorang yang sudah duduk di
posisi jang jelas. setelah Mentri Yoon pergi, senyum Hwon hilang.


Ayah
Yeon woo berjalan diluar. Dia ingat Yeon Woo duduk diluar dan membaca.
Dia tersenyum dan berjalan kearahnya. Dia tersenyum kembali, tapi itu
adalah sebuah ilusi.

Yeom keluar dan memegang lengan ayahnya. Yeom mulai menangis.
(keluarga
Yeon Woo ga tahu rencana Shaman Jang ya? menghidupkan Yeon woo lagi?
Masa sih? tapi sel kenapa ada sama yeon woo? Aku penasarannnnnnnnnn).

Ayah
Yeom berkata pada Yeom bahwa ia sudah melakukan sesuatu yang jahat,
jadi Yeom harus melakukan yang terbaik. Ayah memberitahu Yeom agar tak
membenci raja. Yeom mengatakan ia mengkhawatirkan pangeran yang
sendirian. ayahnya berkata mungkin suatu hari nanti Yeom akan kembali ke
sisi Hwon, sehingga Yeom Harus bertahan sekarang. Pelayan datang dan
mengatakan ibu melakukan hal itu lagi.

Ibu
makan dengan seorang gadis yang ia panggil Yeon Woo. dia memberikan
lauk favorit Yeon woo pada gadis itu. Ibu berkata : dari mana saja kau,
kenapa berkeliaran keluar. Ayah mengatakan pada ibu untuk berhenti dan
memanggil istrinya keluar. Gadis itu tesedak dan Yeom bertanya apa dia
baik-baik saja. Yeom berkata ia akan membungkuskan makanan untuk gadis
itu dan mengajaknya keluar. Ibu berkata pada gadis itu kemana kau kana
pergi? habiskan makananmu. Ayah memohon pada ibu untuk berhenti. Ia
mengataka Yeon Woo kita sudah meninggal. Ibu menangis. Ayah memeluknya
dan memanggil nama Yeon woo. (Sumpah,,, sedih banged adegan ini, ibu dan
ayah sangat menyayangi putrinya. Kenapa mereka nggak tahu sih kalau YW
masih hidup????)

Shaman
Jang bertemu seorang pria dan berbicara padanya. Shaman jang berkata
mereka harus bergegas dan menyuruh Yeon woo segera naik perahu. Yeon Woo
berbalik, Shaman jang bertanya apa ada yang salah, apa Yeon woo masih
tak enak badan. Yeon woo berkata tak ada. Keluargaku yang membuangku tak
mungkin ada disini. Aku tak mungkin bisa bertemu mereka lagi. Shaman
Jang berkata mereka harus buru-buru.

Shaman Jang berbicara dengan pria itu. Pria itu berkata ia akan datang kapanpun Shama Jang
membutuhkan
bantuannya. Shaman jang bertanya apakah ia akan pergi / kembali ke
suatu tempat? dan ia mengucapkan terima kasih. Pria itu mengatakan agar
Jang hari-hati karena dia ada bersama Yeon woo, Jang akan dalam bahaya.
Shaman Jang naik ke kapal. Pria itu berkata agar mereka pergi dengan
selamat dan meminta Yeon Woo selalu sehat. Dan mengatakan mereka akan
bertemu suatu hari nanti. Yeon Woo tersenyum. Dia mengatakan pada Yeon
Woo sejak bulan bersembunyi negara akan bahagia (Well, pria ini tahu
mengenai semuanya. Siapa dia???????)

Yeon woo menatap seul dan seul bertanya ada apa. Yeon Woo bertanya kenapa Seul terus
memanggilnya
nona. Jan sil berkata pada Yeon woo karena kau adalah bulan. Yeon woo
bingung, bulan? Shaman jang berbohong dan mengatakan semua orang
mengatakan Yeon Woo adalah orang besar. Shaman jang mengingat pita merah
dimakam Ah ri dan mengatakan 'dua, manusia dan kerja. dan kemudian
'shaman' dan bertanya apa maksud itu ari?
Seul menangis dan Yeon Woo
bertanya mengapa Seul menangis. Seul berkata tidak apa-apa. Seul merasa
kehilangan Yeom sekarang. Shama Jang berkata dalam hati apakah ia akan
mendapatkan tempatnya diistana atau hidup sebagai seorang shaman yang
menentukan nasib anak-anak.

Bo
Kyung sedang dirias. ia akan melakukan pernikahan. Ibunya datang dan
mengatakan kalau putrinya cantik. Dia mengatakan sekarang Bo Kyung
adalah istri putera mahkota negeri ini. Bo Kyung : Ibu.
Ibu : Bahkan
jika anda lupa, pastikan kau mengingatnya, bahwa itu sejak awal adalah
tempatmu. kau tidak menggantikan tempat seseorang. kau mengambil tempat
yang sejak awal adalah milikmu. Tak peduli apa yang terjadi, kau akan
melakukannya. Bo Kyung mengulang kata-kata ibunya. sekarang tak peduli
siapa, tak ada yang bisa mengambil tempatku.

Upacara pernikahan dimulai. Hyung Sung menceritakan apa yang perlu dilakukan oleh Hwon.

Princess Min Hwa sedang menyelimuti diri, ia takut dan ingat kata-kata neneknya bahwa yang
ia inginkan akan terjadi sekarang.

Saat upacara pernikahan, Ada hujan gerimis. seperti kabut. Hwon tersenyum sedih.

Myung juga merasakan hujan itu seperti yang pernah dilakukan Yeon Woo. dan ingat kenangan mreka saat hujan.


Hwon
mendongak ke langit, menikmati hujan dan tersenyum dengan air mata
mengalir dipipinya. Bo Kyung datang disampingnya. Hyung sun memberikan
perintah berikutnya pada Hwon untuk upacara. Bo Kyung tersenyum kearah
hwon, tapi Hwon tidak peduli. Dia menangis dan mengulurkan tangannya
untuk menikmati tetesan air hujan dan ingat pembicaraannya dengan Yeon
Woo bahwa arti nama Yeon woo adalah hujan yang lembut. bisa juga berarti
hujan kabut.Bo Kyung melihat ke langit Juga.
dan waktupun berlalu....
beberapa tahun kemudian....

Hwon
sudah tumbuh dewasa sekarang. ia berada disebuah jembatan bersama Hyung
sun. ia menikmati tetesan air hujan dengan tangannya. Hyung sun
bertanya apakah Hwon ingin makan sesuatu. Hwon berkata Hyung sun masih
seperti biasa berbicara terlalu banyak. Hwon menyuruh Hyung sun
memanggil para mentri keluar, ia ingin bermain dalam sebuah
pertandingan.

Hwon bermain permainan golf pada zaman itu. Mentri memberi pujian pada Hwon.

Tiba-tiba
Hwon memegang hatinya, sepertinya ia sakit. Tapi ia pura-pura tidak
sakit. Hwon memberi gilira pada mentri lain. Hwon memberi pujian saat
mentri memasukan bolanya dan mengatakan bagaimana ia bisa bermain begitu
baik sedangkan ia sibuk dengan pekerjaannnya. Mentri berkata itu karena
lubang itu lebih besar dari yang alin. Hwon tertawa dan bertanya apakah
anda tahu dimana lubang terbesar diistana ini? Mentri berkata tak tahu.
Hwon dengan serius berkata kalau ia akan mencarinya.

Hwon
masuk ke dalam dan Hyung sun dan yang lain mengikutinya. Hwon
keperpustakaan, ia mengeluarkan sebuah kotak. Hwon membukanya tapi
seseorang melarangnya. Hwon membaca gulungan itu. Gulungan itu
menceritakan tentang bagaimana rakyat menderita dan bla bla bla. Hwon
berkata kalau itulah lubang besar diistana yang memisahkan antara
royalti kerajaan dan warga negara.

Mentri
berkumpul dan membicarakan tentang Hwon pada mentri Yoon. Hwon sudah
tumbuh banyak. Mereka berkata Hwon seharusnya tidak mencampuri urusan
yang lain. Ia juga berpisah kamar dengan istrinya (Bo Kyung) dan
mengatakan kalau itu adalah sebuah penyakit. Ada yang punya ide untuk
mengirim Hwon ketempat yang jauh. Mentri Yoon berkata bahkan seekor
anjing jika kita memegang talinya terlalu erat, ia akan mengamuk, jadi
lepasan talinya dan ia akan mendengarkan pemiliknya.

Mentri
Yoon bertemu dengan Nenek, kemungkinan agar Hwon mendapatkan putera.
Mentri Yoon berkata ini sudah lama sejak Hwon menghindari ruangan yang
sama dengan istrinya. Nenek tersinggung dan mengatakan tak ada masalah
dengan kesehatan Hwon. Mentri Yoon berkata lalu apa alasannya Hwon
melakukan itu. Nenek berkata untuk tak mengganggu Hwon karena ia
satusatunya diistana yang bisa mengatasi kekeraskepalaan hwon.

Menteri
Yoon memberi laporan pada Hwon. Yoon mengatakan sesuatu. Hyung sung
datang dan mengatakan nenek ingin bertemu dengannya. Hwon berkata pada
Yoon bahwa mungkin apa yang ingin dikatakan nenek sama dengan apa yang
dikatakan Yoon.


Hwon
berjalan dan Bo Kyung datang mendekatinya. Bo Kyung menyambut Hwon, tai
hwon tak melihatnya dan terus berjalan pergi. Bo Kyung tetap tersenyum
dan mengikuti Hwon.

Hwon
bertemu Nenek bersama Bo Kyung. Nenek bertanya mengapa Bo KYung belum
mempunyai keturunan juga. Hwon memberikan alasan bahwa ia sedang sibuk
bekerja. Nenek bilang itu bukan alasan. Bo Kyung hampir menangis. Ia
menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa mendapatkan perhatian Hwon.
Nenek berkata itu bukan kesalahan Bo Kyung. Bo Kyung tetap menyalahkan
dirinya sendiri. nenek berkata ia menyesal untu Bo Kyung dan memberitahu
Hwon untuk mencoba. Hwon memberikan alasannya lagi mengenai waktu yang
tak menguntungkan jika mlakukannya dalam waktu dekat.


Nenek
marah dan mengatakan jika Hwon tak mau mendengarkan neneknya maka ia
tak akan membantu. Nenek berkata bahwa ia tak akan makan mulai hari itu.
nenek berkata ia adalah wanita tua yang tak dibutuhkan dan ia tak akan
makan dan menghitung harinya sampai ia mati (hahahhahaha, mogok makan).
Bo Kyung dan ratu protes.

Ratu
menasehati Hwon, berapa banyak yang dilakukan nenek untuknya. Hwon
berkata kalau membuat ahli waris bukan masalah sederhana.Ratu
mengingatkan bagaimana nenek sudah berpuasa dan sekarang Hwon
memperburuk keadaan. Hyung Sun datang dan berkata agar Hwon keluar
sebentar. Hwon bertanya apa yang terjadi. Hyung sun teragagap dan
berkata istri pengeran...

Diluar
Bo Kyung berlutut didepan kamar Nenek bahwa semua itu adalah
kesalahannya yang tidak bisa mendapat perhatian Hwon. Hwon mengerutkan
kening dan pergi keluar, memberitahukan Bo Kyung agar bangun. Bo Kyung
bilang ia tak akan berdiri sampai nenek menyuruhnya. Hwon mengatakan ia
akan meminta neneknya untuk mengampuni mereka dan melakukan apa yang
diinginkan neneknya, dan ia minta Bo Kyung bangun.

Bo
kyung berdiri dan pura-pura lemah sehingga ia brsandar pada Hwon
sehingga Hwon harus membantunya. Hwon tersenyum dan diam-diam berbisik :
Didalam istana kau bisa menggerakkan nenek, diluar istana kau bisa
menggerakkan orang lain. Harusnya menyenangkan memiliki dukungan
sebanyak itu.

Apakah
kau ingat apa yang aku katakan ketika kita menikah? jika kau lupa aku
akan mengingatkanmu lagi, kau mungkin mendapat semua yang kau inginkan,
tapi jangan berharap terlalu banyak untuk hatiku, karena kau tak akan
perrnah memilikinya. Hwon berjalan menjauh. Bo Kyung masih berdiri dan
menangis.
(Good Job, Hwon!!!!)

Bo
Kyung berkata dalam hati : Apa kau sudah lupa? anak itu sudah
mati.Dayangnya berkata kalau putri min hwa datang untuk melihatnya. Bo
Kyung mengatakan agar mneyuruhnya masuk.

Min
Hwa bertanya pada Bo Kyung apakah ia baik-baik saja. Bo Kyung bertanya
apa yang membawa min hwa ketempatnya. Min Hwa berkata ia datang
menemuiibunya dan ibunya minta agar ia menghibur Bo Kyung. Min Hwa
berkata ia mendengar masalahnya. Bo Kyung mengatakan kalau Hwon tidak
memiliki sesuatu yang membuatnya terlambat hamil. Min Hwa berfikir apa
itu mungkin karena kurangnya perhatian Hwon. Hal itu mungkin karena Hwon
tak memiliki kasih sayang untuk Bo Kyung. Bo Kyung tak suka
mendengarnya dan berkata untuk apa min hwa ketempatnya. Min Hwa berkata
kalau itu adalah hari dimana ia akan kencan dengan suaminya diluar
istana. Min Hwa berkata ia harus kabur karena suaminya tak suka bila tak
melihatnya. bo Kyung terlihat sangat kesal dan seperti ingin mencekik
Min Hwa (hahahhahahahahaha, min hwa bukannya menghibur malah
manas-manasin Bo Kyung).

Min
Hwa ada dalam tandunya untuk melihat Yeom. Dia keluar dan masuk lagi
kedalam dan memberitahu dayang untuk menutup pintu lagi. dayang bertanya
apa ada yang ketinggalan. Min Hwa berkata : Apa dimatamu aku seperti
seseorang yang selalu meninggalkan sesuatu?. Min Hwa menulis ulang surat
untuk Yeom. Ia menulis seperti anak TK, hahahhahhahaha.

Min
Hwa memanggil dari luar pintu 'suamiku, ini adalah istrimu. mengapa kau
tak menjawab? aku akan masuk kedalam.' Dayang mencoba menghentikannya
tapi Ia pergi dengan cara apapun. Min Hwa melihat seorang pria dengan
punggung menghadap padanya. Pria itu tak memakai pakaian. Min hwa
bertanya, bagaimana bisa Yeom tidur tanpa pakaian. Bagaimana kau tahu
aku datang membawa selimut? Apakan kau menerima tanggal yang aku
kirimkan untuk menghabiskan malam bersama?

Dayang
diluar dan Yeom muncul. Yeom bertanya mengapa mereka terkejut. Dayang
bertanya kenapa Yeom ada disini. Dia berkata ia ingin membeli beberapa
buku. Dayang bertanya-tanya dengan siapa Min Hwa berbicara.

Min
Hwa menunjukka surat dan mengatakan seperti yang kau lihat hari ini
adalah ahrinya. Min Hwa mendekat pada laki-laki itu. sebuah suara
mengoreksi karena yang dikatakan Min Hwa itu salah. Min Hwa kaget dan
bertanya siapa kau? Yang Myung duduk dan berkata saudaramu.


Yang
Myung berkata kalau Min Hwa salah menjumlahkan tanggal. Min Hwa
bertanya-tanya bagaimana Myung tahu. Myung berkata semua orang tahu,
bahkan mereka yang bodoh. Yeom datang dan bertanya apakan mereka berdua
sedang berperang. Myung berkata bagaimana bisa ia melawannya. Min Hwa
mengambil suratnya dan berkata ia membenci kakaknya. Min Hwa keluar.

MinHwa mengambil sepatu Myung dan melemparnya keatap.

Yeom
berkata bagaimana ia bisa menyiksa putri setiap kali putri datang.
Myung berkata karena ia tak menyukai Min Hwa. Yeom bertanya kenapa ia
membenci minhwa. Myung berkata karena ia membuat yeom jadi suaminya dan
memotong sayap Myung. Yeom meminta Myung tak bicara begitu karena Min
Hwa lah yang menyelamatkan keluarganya (artinya setelah semuanya
terjadi, Yeom menikahi Min Hwa dan mereka terhindar dari hukuman). Myung
bergumam bahwa Min Hwa menghacurkan semua mimpi Yeom.

Mereka
keluar dan sepatu Yang Myung Hilang. Myung berkata perampok yang lucu
mengambil sepatuku. Yeom menawarkan sepatunya. Tapi Myung memiliki
sepasang sepatu ekstra. Yeom bertanya apa Myung akan pergi lagi dan
kembali. Myung berkata ada lalat yang mengganggu di rumah Yeom.

Myung
melihat kebelakang dekat dinding (tempat Yeon woo dulu). Yeom
memberitahu Myung untuk berhenti. Myung berkata ia jadi penasaran kalau
dia masih hidup, dia akan seperti apa. Bagiku bertahun-tahun yang aku
lewati tapi kenangan akan adikmu tetap 13 tahun.

Yang
Myung berjalan dan melihat ilusi. ada Yeon Woo yang bertanya apa yang
ia pikirkan. Myung menjawab ia berfikir tentang Yeon Woo. Yeon woo
bertanya apa myung tak akan ke istana? karena hwon mungkin menunggu.
Myung berkata aku melakukan hal buruk padanya, akankah dia menungguku?
Yeon woo : dia sedang menunggu.
Myung : kau selalu berbicara tentang dia.
Yeon woo : Hwon tak memiliki siapun diistana untuk berbagi keluh kesahnya, ia sangat kesepian.
Myung : ada Woon disisnya.

Yeon woo : lindungilah Hwon. Lindungi ia...
Bayangan Yeon Woo pun menghilang...

Ada orang yang mencari Yang Myung dan Myung mendengarnya. ia bersembunyi.
Ketika
Myung keluar dari persembunyiannya, ia berkata pada dirinya sendiri
untuk menjawab sekarang. Apa kau puas? Ini adalah caraku melindunginya.

Hwon
sedang tidur dan bermimpi buruk. Dia ingat Yeon woo mengatakan semuanya
salahnya dan Hwon berkata itu bukan salah Yeon woo. ia ingat Yeon woo
berkata apaun yang terjadi jangan menyalahkan diri sendiri. Ia ingat
nenek berkata kalau itu salah Hwon. Dan kata-kata Myung : Ketika anak
itu dimakamkan ditanah yang dingin, apa yang kau lalukan?
nenek : itu semua salahmu
Myung
: Aku akan melindunginya, bahkan juka harus melepaskan segalanya kau
akan melindunginya, bahkan dengan hidupku, aku akan melindunginya.

Hwon
membuka matanya. ia ingat Myung berkata Hwon tak bisa melindungi yeon
woo. Woon duudk diruangannya dan bertanya apa Hwon mendapat mimpi yang
sama lagi? Hwon bertanya apakan itu Woon. Woon mengiyakan. Hwon mengajak
woon keluar karena ia butuh udara segar.

Hwon : Woon. Apakah anda tahu mengapa tempat ini disebut bulan tersembunyi?
Woon memberi jawaban tentang kata-kata tersembunyi untuk bulan yang digunakan sebagai nama bulan tersembunyi.
Hwon : Itu mirip. tapi tidak semuanya benar.
Woon: apakah ada makna tersembunyi?
Hwon
: Ketika ayahku membangun tempat ini dan dinamai, tercermin cahaya
bulan begitu indah dan bersinar sehingga ia ingin selamanya seperti itu.
Bahkan pada mmalam ketika tak ada bulan, ia ingin membuatnya keluar
kapan pun. Jadi, itu sebabnya ia namai tempat ini bulan tempat
tersembunyi. beberapa waktu lalau aku menyembunyikan bulan disini. Ketka
aku merindukannya, agar aku bisa membawanya keluar kapanpun aku ingin
melihatnya. Meskipun kau tak bisa menempatkan bulan dan matahari dalam
satu langit bersama-sama, setidaknya dikolam ini, kita bersama.

Woon melihat refleksi bulan dan hwon dalam kolam.

Shaman Jang melakukan sebuah ritual dan beberapa mantra, ketika lilin berkedip.

Jansil datang dan membawa catatan. Pria itu mengatakan sudah saatnya ada yang berubah. Aku akan pergi kemana anda pergi.


Shaman
jang, seul, janshil dan yeon Woo berjalan kedermaga dan wajah Yeon woo
ditutupi. Mereka mengawal Shaman jang. Jang mengatakan agar Yeon woo
kembali sekarang. Yeon woo membuka penutup wajahnya dan Wajah dewasanya
diperlihatkan untuk pertama kalinya.
End....
0 komentar:
Post a Comment