
Waw,
rating Episode 11 40%, ada yang bilang tetap seperti minggu lalu. Tapi
nggak apa-apa, yang jelas drama ini semakin menarik untuk di saksikan.
Di preview Episode 11, aku mengatakan kalau Wol pamitan sama Hwon saat
memutuskan akan keluar istana, atau tepatnya ia diusir dari istana.
Rupanya tidak, itu keputusan Wol sendir dan juga ia tak pamitan sama
sekali pada Hwon.
Di Episode ini akhirnya Hair Pin itu muncul^^. Dan tentu kilayan masa lalu Yeon Woo kembali muncul...
Episode 11 : I Really, Really Like Her...

Episode
11 dimulai dengan kedatangan Wol untuk menemui Hwon dan Yang Myung
menghalangi jalan Wol dan langsung menariknya dan bertanya apakah Wol
mengenalinya. Penjaga bertanya siapa Yang Myung dan yang lain menarik
Yang Myung menjauh dari Wol dan berkata di tubuh siapa kau berani
meletakkan tanganmu. Yang Myung akhirnya mengatakan kalau ia adalah
Pangeran. Penjaga mundur dan Myung bertanya lagi pada Wol : Apakah kau
tahu siapa aku? Dan Myung mulai mengatakan di mana mereka pertama kali
bertemu tapi tiba-tiba Shaman Jang muncul dan meminta Myung melepaskan
tangan Wol. Shaman Jang meminta penjaga membawa Wol segera. Myung
berkata 'tunggu sebentar' saat penjaga membawa Wol untuk menemui Hwon.
Shaman Jang menghalangi Myung. Myung : Jalan siapa yang kau halangi
sekarang?

Hwon sendiri masih menunggu Wol di kamarnya dan ia meyakinkan dirinya bahwa 'itu tak mungkin, Wol tak mungkin adalah Yeon Woo'.

Wol datang dan ia memberi hormat pada Hwon.


Shaman
Jang minta Myung kembali, ia mengatakan Myung tak bisa melakukan itu.
Myung : Apa maksudmu aku tak bisa melakukannya? Shaman Jang mengatakan
bagaimanapun Wol adalah jimat manusia, hanya itu. Shaman jang bertanya
bagaimana Myung bisa mempersulit hidupnya sendiri.myung mengatakan itu
tak masalah karena hidupnya tak lebih baik dari pada hidup Wol. Shaman
Jang berata itu bukanlah takdir Yang Myung. Myung marah dan bertanya :
Siapa yang membuat takdir seperti itu?
Shaman Jang : Sebagai seorang
shaman, Aku mengatakan padamu apa yang tuhan katakan. Myung : Itu adalah
sesuatu yang aku putuskan - bukan tuhan. Shaman Jang : bukan hanya kau,
tapi anak itu akan membahayakan anda.Shaman Jang mengatakan bagaimana
Wol akan menyebabkan perang dan berada di antara perang. Ia meminta Hwon
tak usah mencari Wol lagi. Ia mengatakan jika Myung peduli pada Wol,
maka jangan mencari Wol lagi, jauhi Wil. dan Woon ternyata melihat
mereka.
Hwon
berteriak : Cepat jawab aku! Aku bertanya di mana kau di lahirkan?! Wol
mengatakan ia tak tahu pasti. Ia mengatakan ia lahir ditempat ynag jauh
dari Joseon. Hwon bertanya apa itu artinya Wol lahir di Wonyang. Wol
mengatakan ia mengikuti ibu angkatnya, berkeliling dan tinggal di sana
sini. Hwon bertanya di mana orang tua dan saudara Wol. Wol mengatakan
kalau ia tak punya. Wol mengatakan saat ia tumbuh dewasa, maka orang
yang hidup bersamanya adalah keluarganya (Seul, Jansil dan Shaman jang
kali ya?). Hwon bertanya lagi apa itu artinya Wol yatim piatu. Wol
mengatakan, dulu ia mempunyai keluarga, tapi saat mereka mengetahui
kemampuan psikisnya (sebagai shaman) mereka meninggalkannya. Dan
sekarang Wol tak mengingat mereka. Hwon : Berarti kau bukan yatim piatu
sejak awal? Apakah kau ingat orang tua dan saudara yang kau miliki? Wol
mengingatkan kalau Seorang shaman akan kehilangan ingatan mereka saat
kemampuan psikis mereka muncul. Wol mengatakan ia tak ingat masa
lalunya. Hwon bertanya itu artinya kenangan masa lalu Wol sudah di hapus
/ di potong? Wol mengiyakan. Hwon meminta Wol untuk bersumpah dan
mengingat masa lalunya di mana ia lahir dan di mana ia tumbuh dan juga
siapa namanya sebelum menjadi seorang shaman.


Wol
menangis dan berkata Yang Mulia. Hwon bertanya kapan, di mana, dan
karena siapa ia kehilangan memori masa lalunya. Hwon menangis dan
berkata secara kebetulan dalam kenangan masa lalumu, apakah aku tidak
ada di sana? Wol menangis dan memohon agar Hwon berhenti. Wol mengatakan
ia tak akan memberi jawaban yang diinginkan Hwon apapun yang Hwon
tanyakan. Wol mengatakan karena ia bukalah orang yang di maksudkan Hwon.
Wol mengatakan ia tak tahu seberapa miripnya ia dengan orang itu, dan
jika Hwon punya pertanyaan maka tanyakan saja pada orang itu.


Shaman
jang berteriak pada Jansil : Kau tak mendengar aku mengatakan agar kau
pergi sekarang. Jansil memohon dan mengatakan ia salah. Shaman jang
mengatakan jika Jansil ingin pergi, seharusnya ia tak kembali, dan
sekarang kenapa Jansil kembali lagi. Jansil mengatakan dan ia memohon,
ia tak punya tempat untuk pulang jadi jangan mengusirnya. Shaman jang
mengatakan ia sudah mengingatkan Jansil untuk tidak berbicara mengenai
Wol, dan kenapa jansil tak bisa tutup mulut. Shaman jang mengatakan
kalau jansil bukan lagi shaman Seongsucheong, jadi ia minta Jansil untuk
pergi. Jansil memohon dan menangis, maafkan aku. Seul mengatakan Jansil
memang selalu melakukannya, jadi lupakan itu dan akhiri. Jansil : aku
melakukannya karena aku merasa kasihan pada kakak. hanya satu hal, aku
ingin memberikan hanya satu hal pada kakak. Raja memiliki segalanya tapi
kakak tidak.. Shaman Jang berbalik dan melotot pada Jansil.

Yang
Myung berfikir sendiri dan bertanya-tanya : Wol, jika itu benar-benar
kau, apakah kau sudah bertemu raja pertama kali? Jika itu benar-benar
kau, apa kau akan tinggal di sisi raja?

Shaman
Jang berteriak pada Jansil dan mengatakan agar Jansil segera
meninggalkan tempat itu. Jansil berdiri dan berbicara 'mengapa kau
mengatakan padaku untuk hidup untk orang lain?'

Yang
Myung bertemu dengan ibunya. Ibu bertanya apa yang membawa Nyung
menemuinya. Myung bertanya apa yang di lakukan ibunya. Ibu berkata
seperti biasa ia berdoa untuk kesehatan Raja. Myung marah : Hanya sekali
- sebelum ibu mengatakan nama Raja - tidak bisakah ibu mengatakan nama
ku dulu? Ibu bertanya bagaimana Myung bisa berkata seperti itu. Myung
menangis dan berteriak : bertahan, membuangnya, menyerah,
menyembunyikannya, jangan goyah. Ibu bertanya ada apa dengan Myung.
Myung : Hanya sekali, hanya satu hal. Tidak bisakah kau mengatakan
lakukan apa yang kau mau. Tidak apa-apa kau menjadi serakah untuk satu
hal. Bisakah kau mengatakan itu padaku? Aku tak akan hidup lagi demi
orang lain. Kata-kata Jansil : Tertawa ketika kau ingin tertawa, marah
ketika kau ingin marah, mencuri ketika kau ingin mencuri dan aku akan
hidup seperti itu.
(Wow, apa itu artinya sekarang Myung akan punya
ambisi? Ia akan melakukan apa yang ia inginkan? Untuk mendapatkan Wol?
dan tahta juga?).


Wol
datang dan Jansil meminta Wol untuk melarikan diri dengannya. itu
adalah kata-kata Myung : Melarikan diri denganku. Kalau aku, aku akan
melindungimu. Kalau aku, aku tak akan meninggalkan mu sendirian seperti
ini. Kalau aku... Shaman jang memegang kepala Jansil dan mengatakan
berhenti sebelum aku merobek mulutmu. Saman Jang minta mereka membawa
Jansil keluar. Wol bertanya mengapa Jang nelakukan hal itu. Shaman Jang
minta tak ada yang membiarkan Jansil kembali ke istana atau mereka akan
berhadapan dengan kekuatan Shaman jang. Wol mulai pergi ketika Jansil
dibawa, dan Shaman Jang bertanya apakah Wol ingin ditendang keluar juga.
Jansil diseret keluar.

Wol
mengatakan : Sepeti aku, dia masih tidak memiliki kontrol untuk
kekuatannya. Bahkan jika dia melakukan kesalahan.... Shaman jang
memotong dan berkata agar Wol berhenti berusaha mengubah fikirannya dan
pergi istirahat. Seul mengatakan pada Wol untuk meninggalkan Shaman Jang
sendiri. Wol mengatakan Jansil tak punya tempat untuk pergi dan dia
akan kedinginan di tengah cuaca dingin. Seul tak terlalu mengkhawatirkan
Jansil dan mengatakan pada akhirnya Jansil akan kembali dan Shaman jang
akan mengambilnya kembali. Seul mengatakan mereka sudah sering
mengalami hal itu sejak tinggal bersama.


Wol
masuk untuk berbicara dengan Shaman jang. Shaman jang berkata jika itu
tentang Jansil, ia tak mau bicara (tidak membuka mulut jika itu tentang
Jansil). Wol : Aku akan meninggalkan Seongsucheong juga.Shaman jang :
Apa kau sedang mengancamku? Wol : itu bukan ancaman. Jang : kau serius
ingin meninggalkan Seongsucheong? Wol mengatakan dulu Jang pernah
berkata jika Wol ingin, shaman Jang akan melindunginya dan dia bisa
melarikan diri dengan Seul. Shaman jang : kenapa kau menanyakan itu. Wol
: Karena Seul, Jansil dan Aku. Rasanya tempat ini tidak cocok untuk
kami bertiga, mkanya aku bertanya. Shaman Jang : mengapa kau membuat
keputusan seperti itu? mengapa kau berfikir untuk meninggalkan tempat
ini? Wol : Apa yang kau katakan benar. Dengan hati yang bingung,
seharusnya aku tidak berada di sisi orang itu. Aku menyadari tak ada hal
yang bisa ku lakukan untuknya. Aku mencoba meringankan bebannya, bukan
membuat dia bingung. Tapi sepertinya aku membuatnya bingung. Orang yang
ia butuhkan bukan aku. Akan lebih baik jika aku pergi, itu akan
membantunya.

Hwon
menatap semua surat Yeon Woo. Hyung Sun mengatakan Hwon belum tidur
sama sekali dan memintanya untuk istirahat sebentar. Hwon ingat
bagaimana Wol mengatakan kalau ia mirip gadi itu dan Hwon harus bertanya
pada orang itu sendiri. Hwon mengatakan pada dirinya sendiri, kalau
Orang itu (Yeon Woo) sudah mati, bagaimana ia bisa bertanya padanya
untuk mengkonfirmasi? Hwon ingat bagaimana Yeon Woo mengatakan dalam
suratnya bahwa ayahnya segera datang membawakan obat dan ia akan segera
pergi sehingga tak dapat melihat Hwon selamanya. Hwon bertanya pada Woon
apa artinya itu. Woon mengatakan sepertinya ia tahu kalau ia akan mati
(Yeon woo sedang mempersiapkan diri untuk kematian). Hwon mengatakan dia
juga berfikir begitu pada awalnya, tapi kata-kata itu terdengar seperti
jika dia mengambil obat yang di bawa ayahnya maka dia akan mati. Hyung
Sun berfikir tak mungkin ayahnya membunuh puterinya sendiri. Hwon
mengatakan itulah yang aneh, Juga ada hal-hal lain yang aneh, bukan
hanya satu atau dua hal. Yeon Woo sangat sehat dan segera/tiba-tiba
meninggal. Hyung Sun bertanya apa Hwon curiga. Hwon bertanya bagaimana
jika kematian Yeon woo bukan karena penyakit. Hwon meminta Woon mencari
tahu obat yang diminum Yeon woo. Woon mengatakan tak ada cara
mengetahuinya. (Hwon sedang berfikir bahwa kematian Yeon Woo adalah
sebuah konspirasi di mana ayah Yeon woo terlibat di dalamnya.)

Yeom
berkemas untuk pergi. Dia ingat percakapannya dengan Hwon. Yeom
bertanya-tanya apakah ia harus pergi melakukan perjalanan. Hwon
mengatakan ia tak bermaksud apa-apa, ia hanya ingin Yeom melakukan
perjalanan untuk relaksasi. Ibu mengatakan Yeom akan pergi lama dan
bertanya apakah Yeom sudah pamit pada putri. Yeom mengatakan ia belum
pamitan pada istrinya. Ibu mengatakan agar Yeom cepat menemui Min Hwa
karena putri pasti sedang menunggu Yeom dan Yeom harus menghibur hati
putri yang bersedih. Yeom mengatakan ia akan melakukannya.

Min
Hwa menangis ketika Yeom masuk ke dalam kamarnya. Dia berpaling dari
Yeom dan Yeom bertanya mengapa Min Hwa menghindarinya. Yeom berkata ia
akan segera berangkat dan bertanya apakah Min Hwa tak akan membiarkannya
melihat wajah min hwa sebelum ia pergi. Min Hwa bertanya apakah dia tak
bisa ikut. Yeom mengatakan perjalanan ini tak baik untk Min Hwa dan dia
pergi juga karena perintah Raja. Min Hwa mengatakan dia tak suka kalau
mereka akan berpisah dalam waktu yang lama. Yeom mengatakan ia akan
segera kembali karena Min Hwa menunggunya. Min Hwa berfikir kalau Yeom
tak menyukainya karena sifatnya yang kekanak-kanakan. Yeom mengatakan
bukan seperti itu. Min Hwa berkata karena dialah Yeom tak bisa bekerja
dengan baik (menjabat dipemerintahan) dan rumahnya juga tak kaya,
makanya pasti Yeom sangat membencinya. Yeom mengatakan dia tak membenci
Min Hwa. Min Hwa mengatakan Yeom berbohong.

Yeom
memegang tangan Min Hwa dan mengatakan bagaimana Min hwa sudah
menyelamatkan keluarganya. Memberikan senyuman pada mereka kembali, saat
kehidupan mereka akan sangat mengerikan ketika adiknya meninggal. Yeom
mengatakan ia sangat berterima kasih pada Min Hwa. Min Hwa bertanya
apakah Yeom tak akan meninggalannya. Yeom bertanya kenapa Min Hwa
menanyakan hal itu lagi. Min Hwa minta Yeom berjanji tidak akan membuang
Min Hwa suatu hari nanti. Yeom mengingatkan kalau ia sudah pernah
berjanji padanya. Min Hwa mengatakan Ia percaya pada janji Yeom, tidak
akan membuangnya, janji untuk datang kembali dengan segera. Meskipun dia
akan menangis setiap malam, dia akan bertahan dan menunggu.
(Ini
adalah pasangan yang paling aku khawatirkan apabila semuanya terungkap
nanti. memang, Min Hwa sangat, sangat menyayangi Yeom dan ibu Yeom,
pasti rasa bersalah dalam dirinya saat melihat Yeon Woo meninggal,
dimana ia tahu semuanya, sekarang masih menghantuinya. Ia takut Yeom
akan meninggalkannya saat semuanya terbongkar. Makanya ia selalu meminta
Yeom berjanji untuk tidak meninggalkannya. Apakah nanti Yeom akan
menepati janjinya?).

Mentri
sedang bergosip lagi, bagaimana Hwon meminta Yeom melakukan sebuah
perjalanan. Mereka berkata jika raja menginginkanseseorang melakukan
perjalanan harusnya Hwon menyuruh salah satu dari mereka. Yang satu
berkata tempat itu adalah tempat terkenal yang memiliki ginseng yang
indah seperti mutiara (tempat yang Yeom tuju).

Hwon
mengatakan ternyata rumor cepat menyebar tentang perjalanan Yeom. Hwon
bertanya apa masalahnya. Mentri mengatakan Yeom pergi ke suatu tempat
yang dilarang. Mereka ingin Hwon mengambil kembali perintahnya. Hwon
mengatakan Yeom tidak akan menyebabkan masalah, dan putri mempercayai
Yeom dan tidak usah khawatir pada Yeom, dan itulah sebabnya Hwon meminta
Yeom medapatkan udara segar (Hwon bersikeras kalau Yeom hanya melakukan
perjalanan, dan itu saja, mungkin para mentri takut Yeom melakukan
perjalanan itu untuk tugas rahasia). Para mentri ingin Hwon mengubah
lokasi tujuan perjalanan Hwon. (mereka khawatir perjalanan Yeom
digunakan untuk mengumpulakn pendukung).



Hwon
berjalan keluar dan berkata pada dirinya sendiri 'tak cukup bagi kalian
memotong sayap Yeom dan sekarang kalian membuatku takut (dengan
mengancam keselamatan Yeom). Hwon berhenti berjalan dan Hyung Sun
bertanya ada apa. Hwon mengatakan pada Woon ia ingin bersenang-senang.
Hwon
melempar buku-buku, ia berteriak dan marah pada para mentri, tentang
bagaiman mereka mengurus hal-hal dan mereka melawan Yeom yang pergi
dalam perjalanannya. Ia memarahi para menteri sedangkan Woon keruangan
lainnya untuk menemukan beberapa buku. Woon menyerahkannya ke Hwon dan
Hwon tersenyum, tandanya Hwon menemukan apa yang ia butuhkan.

Hwon
membaca buku yang di temukan woon dan Woon bertanya apa ada yang
ditemukan Hwon. Hwon berkata tak ada disana, tak ada yang aneh sama
sekali. Hwon : aku fikir aku bisa mencari tahu apa yang terjadi 8 tahun
lalu ketika Yeon Woo meninggal, namun semua yang tertulis disini hanya
dia meninggal karena penyakit. Jika kau fikir lahi, bukankan ini terlalu
tiba-tiba?. Dia sehat, bagaiman ia bisa mati seperti itu. kenapa? dari
semua waktu, kenapa hal itu harus terjadi pada waktu itu? (Hwon
menanyakan kemana Yeon Woo mati tepat sebelum mereka menikah, padahal
kan waktu itu sebelum itu, semalam sebelumnya, Yeon Woo masih sangat
sehat, kenapa tiba-tiba bisa sakit? *bagus Hwon, lanjutkan!*)

Bo
Kyung bertemu mata-matanya dan bertanya : Apa yang baru kau katakan?
Jimat itu mirip seseorang? Mata-mata itu bilang dia tak yakin, tapi ia
mendengar begitu. Bo Kyung minta mata-mata itu menjelaskan lebih
spesifik. Gadis itu berkata kalau Hwon berteriak dan gadis itu
mengatakan kepada raja : "Aku tak tahu seberapa miripnya aku dengannya.
Jika anda punya pertanyaan lagi, maka tanyakan langsung pada orang itu
dan pastikan". Itu yang dikatakannya pada Raja.

Bo
Kyung lewat dan mendengar tangisan dari tempat tinggal Yeon Woo. Bo
Kyung bertanya apakah dayangnya tak mendengar suara seorang gadis yang
menangis di tempat itu sekarang. Dayangnya melihat pada dayang lain dan
mereka menggeleng-gelengkan kepala tanda mereka tak mendengar apapun.

Bo
Kyung pergi menemui Nenek dan bertanya siapa yang ada di dalam. Dia
mengatakan seorang shaman dari Seongsucheong. Bo Kyung : Shaman dari
seongsucheong?

Shaman
jang dan nenek sedang berbicara. nenek mengatakan kalau Shaman Jang
melakukannya dengan baik. Dia memuji anak angkat shaman Jang dan jika
malam penyempurnaan sukses, nenek akan memberikan hadia besar pada anak
itu. Shaman jang mengatakan ia ingin mengatakan sesuatu tentang masalah
itu. Shaman Jang berkata ia sedang berfikir untuk mengambil jimat itu /
menghilangkan jimatnya. Nenek bertanya apa maksudnya. Shaman Jang
berkata tanpa jimat sekarang, Hwon akan baik-baik saja. Nenek khawatir
kalau Jimatnya diambil maka akan membuat Hwon sakit lagi. Shaman Jang
berkata jika Wol tetap disisi Hwon dimana Wol tidak menyerap roh jahat
lagi, itu akan berbahaya. Shaman jang berkata jimat untuk menyerap
penyakit dan jimat untuk malam penyempurnaan berbeda. Jadi, untuk malam
ini Shaman Jang akan menggunakan jimat untuk malam penyempurnaan. Nenek
bertanya apa ada jimat seperti itu. Shaman Jang mengatakan Jimat untuk
malam penyempurnaan adalah untuk tujuan itu. Nenek akhirnya setuju.

Shaman
jang keluar dan Bo Kyung ada disana. Bo Kyung memuji putri angkat
Shaman Jang yang sudah membuat kesehatan Hwon membaik. dan Bo Kyung
bertanya apakah gadis itu mirip Heo Yeon Woo yang sudah mati. Shaman
jang bertanya mengapa Bo Kyung menanyakan itu. Bo Kyung : aku hanya
ingin tahu dan tidak ada rahasia di istana bikan? Jika gadis itu tidak
mirip Yeon Woo tidak mungkin Raja membiarkannya berada disisinya.
Bukankah anak itu mirip Yeon Woo?
Shaman Jang mengatakan putrinya
hanya gadis biasa. Bo Kyung minta ia ingin bertemu secara pribadi dengan
anak itu. Bo Kyung mulai bertanya kapan waktu yang tepat, tapi Shaman
jang mulai menakut nakuti Bo Kyung. Shaman Jang : Wajahmu terlihat
seperti bagaimana kepribadianmu. Sejak kapan kau mulai mendengar
tangisan dari tempat itu? Jangan khawatir putriku akan segera
meninggalkan istana. Malam penyempurnaanmu akan baik. Semuanya akan
terjadi seperti yang kau inginkan.
Shaman Jang mengatakan kalau
Wol sudah mendapat izin dari Nenek sehingga tidak perlu pergi ketempat
raja lagi. Aku melakukan apa yang kau inginkan, lalu kenapa kau terlihat
kecewa? Wol : bukan, hanya saja aku merasa tak enak merepotkan anda.
Shaman jang meminta pada Wol untuk segera bersiap dan pergi dengan Seul,
Wol mengatakan ia akan melakukannya.


Wol
menerima surat dari Jansil. Jansil mengatakan : Wol unni, ini Jansil.
Kau mengkhawatirkan aku kan? Saat ini berkat seseorang yang baik, aku
baik-baik saja. Siapa orang itu... Seseorang yang sangat keren dan baik
(Yang Myung). Ia tampan dan bersemangat. Berkat orang itu aku tinggal
disuatu tempat dan apa aku bisa minta tolong. Tolong ambilkan barangku
tapi kau harus merahasiakannya dari shaman jang, dan jangan membawa unni
Seul. Aku melihatnya pagi ini, dia bersama ibu angkat.


Wol
mengemasi barang-barang Jansil dan menemukan sesuatu terbungkus. ITU
ADALAH HAIR PIN yang diberikan Hwon Pada Yeon Woo!!!Wol mendengarkan
suara-suara dan ia meletakkannya kembali. (Omo!!!! Hairpin Yeon Woo! Kok
bisa ada sama Jansil? kenapa bukan pada shaman jang? Apa Yeon Woo tak
ingat apa pun?).

Hwon
berfikir dan mengatakan hal-hal dikepalanya Bagaimana Yeon Woo
mengambil obat itu dan meninggal, sedangkan ayahnya yang memberi Yeon
Woo obat sudah meninggal. Semua orang yang tahu itu semua sudah mati dan
tak ada disana. Tidak ada seseorang pun yang hidup... ada seseorang
yang hidup. Orang yang bertugas paling dekat dengan raja. Sang Seon
Jung. Hwon mengatakan : Woon ah~
(Seon Jung adalah orang yang melayani raja seperti Hyung Sun pada Hwon.).


Hyung
Sun datang dengan membawa boneka salju dengan tangannya yang masih
dingin. Dia bertanya-tanya mengapa Hwon tiba-tiba menyuruhnya membuat
manusia salju. Dia mengatakan ia sudah membuat seperti yang diinginkan
Hwon. Dia masuk dan Hwon tak ada. Hyung Sun berteriak "Yang Mulia!!"
(hahahhaha, paman Hyung Sun kena lagi...).

Hwon
pura-pura mendengar Hyung Sun berteriak memanggilnya dan mnutup
telinganya. Ia dan Woon sudah jauh dari istana, mereka menyemar sebagai
bangsawan. Woon bertanya mengapa Hwon melakukannya. Hwon tersenyum dan
berkata : Kenapa bertanya ketika kau sudah tahu. Bukankah kau bilang
rumahnya disana. Woon : Iya, yang mulia.
Hwon pergi menemui orang
yang melayani ayahnya dulu. Pelayan Orang itu bertanya apa benar Hwon
yang dikirim oleh raja.Hwon bertanya apa tuanmu ada didalam. Pelayan
Orang itu berbohong dan mengatakan kalau majikannya sedang sakit dan
pegi jauh. Tapi Hown melihat sepatunya dan ia tahu pelayannya berbohong.
Hwon berteriak agar pria yang bersembunyi mendengarnya : Raja memiliki
sesuatu untuk di bicarakan. Hwon kepada pelayan : Beritahu majikanmu,
tak peduli berapa banyak ia mencoba menyembunyikannya, kebenaran pasti
akan terungkap.bahkan jika ia menghindari sekarang, ia akan dihukum
lebih berat. Hwon mengatakan ia akan pergi, jika ia tak muncul juga maka
bukan istana, ia akan bertemu di penjara. katakan itu padanya.
(sebenarnya aku agak bingung, kenapa Hwon berfikir pelayan ayahnya tahu
masalah kematian Yeon Woo? apa memang pelayannya tahu ya? apa ada yang
aku lewatkan di episode sebelumnya, di mana kemungkinan keterlibatan
pelayan ayahnya? Hm~~~).
Woon : anda tahu dia ada di dalam,
mengapa anda tidak bertemu denganya? Hwon : Dia hidup selama 8 tahun
untuk menutup mulutnya dan jika dia menghindariku itu artinya dia
mengubur kebenaran tentang ayahky. jika kita terburu-buru, ia akan
membunuh dirinya sendiri. dan kita akan kehilangan apa yang kita ingin
tahu. hari ini kau hanya ingin mengkonfirmasi saja. Woon : Dapatkan aku
bertanya apa yang kau duga?
Hwon : Kematian Yeon woo tidak alami.
Jika kebetulan dia tidak meninggal karena penyakit, tapi di bunuh,
mengapa ayahku menyembunyikan kebenaran? Dia jelas punya alasan
melakukan itu (mungkin ayahnya tak punya pilihan lain). Dia harusnya
meninggalkan sebuah alasan di suatu tempat. Kepalaku sakit. Ayo kita
mencari udara segar.


Hwon
dan woon berjalan. Jansil dan Yang Myung ada didekat mereka. Myung
melihat Jansil makan. Myung memberitahu Jansil untuk kembali ke
Seungsucheong setelah selesai makan. Jansil tersedak, Myung bertanya apa
Jansil baik-baik saja. Jansil : Bisakan aku tak usah kembali ke
Seungsucheong, kakak? Myung : Hanya karena kau takut, berapa lama lagi
kau akan lari? Dengarkan aku dan kembali. Jansil berkata ibu angkatnya
kana melakukan apa yang sudah dikatakannya. Akan sulit membuatnya utuh
kalau ia kembali (Shaman jang akan merobek mulutnya atau mematahkan
tangan dan kaki Jansil kalau ia akan kembali, dan shaman jang akan
melakukannya, makanya ia takut kembali). Myung bertanya kenapa Jansil
membentunya jika ia takut. Jansil berkata, kalau Myung adalah yang
pertama, seseorang yang menempatkan hidupnya pada baris dan membantunya,
menyelamatkannya, Yang Myung lah yang pertama. AKu tak dapat ingat
wajah orang tuaku yang melemparkan / membuangku sama sekali. Tapi anda
membawaku di punggungmu, aku tak pernah melupakan wajahmu sekalipun.
Myung mengatakan mirip dengan dia. Jansil : Maksudmu kau juga dibuang
orang tuamu dan kau mempunyai seseorang yang tidak bisa kau lupakan
bahkan setelah dia meninggal? Myung mengatakan itu sama. Jansil : Orang
macam apa dia yang tak bisa kau lupakan bahkan setelah kematian? Myung :
Seseorang yang sangat cantik dan cerdas. Seseorang yang membuat saya
merasa terhibur bahkan hanya dengan melihatnya. Dia membuatku banyak
mengalami rasa sakit, tapi orang itu juga membuatku merasa sangat
bahagia. Jansil : Lalu aku memanggil Wol unni. Myung : Apa katamu?
Jansil : Aku memanggil Wol unni agar bisa bertemu denganmu. (Wow,
akankah nanti ada kisah manis antara Jansil dan Myung? ^^).



Wol
berjalan menuju tempat yang ada dalam kertas dan ia ingat percakapannya
dengan Seul tentang surat permintaan maaf. Lalu ia melewati pandai besi
dan ingat bagaimana Seul mengatakan ia akan pergi hanya satu menit.
Lalu bagaimana Shaman jang menyuruhnya lari karena itu bukan takdir yang
bisa ia tangani dan Wol juga mengingat saat hwon bermain sepak bola.
Dia ingat Hwon mengambil topeng di wajahnya dan bertanya : APa kau
mengenaliku? Kau ingin aku melupakanmu. Wol pusing dan hampir jatuh tapi
Hwon datang dan memegangi Wol. Mereka saling menatap. (Wah,, percikan
ingatan akan masa lalunya sudah hampir semuanya keluar, walaupun ia
belum menyadari kalau ingatan itu miliknya, atau mungkin masih bingung
dengan ingatan itu. Yang muncul hanya ingatan yang berhubungan dengan
Hwon, kemana ingatan bahagianya bersama Ayah, kakak, dan ibunya??? Aku
harap Wol ingat semuanya.....T_T).

Para
mentri sedang berjalan dan membicarakan mengenai tempat minum baru. Ia
tak sabar dan mengatakan akan memesankan tempat untuk mereka.

Hwon
dan Wol berjalan bersama-sama. Hwon mencari-cari topik pembicaraan.
Hwon bertanya apa yang mebuat Wol keluar istana. Hwon : Oh Ya, kau
bilang kau keluar karena ada sesuatu yang ingin dilakukan. AKu di sini
untuk jalan-jalan, oh ya, aku sudah mengatakan hal itu padamu tadi.
(Hahahhaha, Hwon lucu!!!). Wol bertanya kenapa Hwon keluar tanpa
pengawal. Hwon mengatakan bahkan jika kau tak dapat melihat Hwon, dia
ada di suatu tempat menjagaku. Hwon : dapatkah Seorang jimat berjalan
disiang hari seperti ini?tak heran aku merasa sakit di sana sini setelah
bangun. sekarang aku tahu alasannya. jimat yang mengawasiku tak
istirahat, tak heran kenapa aku sakit kepala. Wol bertanya apa Hwon
merasa tak sehat? Hwon : KAu hanya bercanda. Bagaimana kau tak tahu
lelucon? Wol : Itu bagus. Wol berkata ia akan pergi sekarang. Wol pergi
dengan cepat dan hwon berteriak 'tunggu'. (Poor Hwon, padahal ia cuma
ingin bersikap biasa paad Wol).

Hwon
melihat seorang menteri datang dan ia berpaling. Woon mengatakan
menteri Yoon dan yang lai menuju jalan itu dan mereka harus segera
pergi, sebelum bertemu menteri dan rombongannya. Hwon tidak setuju.

Wol
berjalan pergi dan kembali untuk melihat Hwon. Ia melihat menteri
berteriak pada seorang anak yang menabrak mentri dan membuat pakaiannya
kotor. Mentri berkata pakaiannya terbuat dari sutera yang mahal dan
bagaiman anak itu akan membayar untuk itu. Anak itu berkata ia salah dan
meminta maaf. Mentri berkata ia benci orang yang menggunakan kata itu
untuk segala hal, ia ingin akan itu membayar dengan tubuhnya bukan
mulutnya (bekerja tanpa bayaran). Ia minta anak itu diseret ke rumahnya
untuk memmotong kayu. Wol mengatakan biarkan anak itu pergi. Wol : Jika
tempat itu ramai dan banyakorang maka wajar untuk menabrak orang lain.
Anak itu tidak melakukannya dengan sengaja, maka maafkan dia. Mentri
mengatakan suteranya mahal, anak itu tak bisa membayarnya, jadi ia ingin
menggunakan anak itu sebagai budaknya, jadi apa masalahnya? Wol
mengatakan kalau menteri tampak seperti orang yang tinggi. Mentri
mengatakan Wol benar dan mengatakan gelarnya. Mentri dan Wol sedikit
bertengkar mulut dan samapi pada masalah impor pakaian dan bla bla
bla...


Saat
Wol akan di bawa juga, Hwon datang dan membawanya lari. Menteri
berteriak dan menyuruh untuk menangkap Wol dan Hwon. Hwon dan wol
berlari menuju menteri Yoon yang melihat mereka dan mereka berlari
melewatinya. Yoon berfikir dalam hati : Raja?


Hwon
berteriak pada Wol, bagaimana bisa seorang gadis sepertimu tak memiliki
rasa takut? Apa yang akan kau lakukan jika kau diseret ke penjara. Wol
mengatakan ia tak bisa berdiri diam melihat sesuatu yang tak adil
seperti itu. Hwon mengatakan pakaian menteri kotor dan mentri tentu
dapat meminta bayaran atas itu. Lalu kembali wol mengatakan tentang
impor pakaian dan bla bla bla... Sampai Hwon berkata bagaimana bisa
gadis shaman seperti mu mengatakan hal-hal seperti itu. Wol berpaling
dan melihat pertunjukan boneka. Hwon berkata bagaimana bisa Wol
berpaling saat ia berbicara. Hwon : Apa yang kau lihat? Dan hwon juga
melihatnya, pertunjukan boneka itu. Seorang pria datang dan berkata
untuk menonton juga, jangan hanya melihat dari jauh. Dia mengatakan ini
adalah tentang cinta pertama dan kursi dibaris depan masih kosong. Ia
mengatakan jangan memutuskan terlalu lama atau mereka akan kehilangan
kursi mereka.


Dia
meraih lengan Hwon dan meminta mengikutinya, kau tak akan menyesal. Ia
meminta uang pada Hwon dan menunjukkantempat mereka di mana mereka bisa
melihat dengan baik. Wol membayar orang itu. Pria itu berkata
bersenang-senanglah. Hwon duduk dan Wol duduk disebelahnya. Hwon
mengatakan ia akan membayar kembali, jadi jangan khawatir. Mereka
menonton pertunjukan boneka. Boneka gadis mengatakan dia sudah melakukan
kesalahan. Boneka raja mengatakan apa yang dilakukannya itu salah. Hwon
Bosan dan merasa tak nyaman.

Hwon
mulai meregangkan badan, ia megantuk, orang-orang dibelakangnya
mengatakan agar Hwon jangan menggerakkan kepala karena mereka tak bisa
melihat. Ia merentangkan tangannya dan mereka mengatakan 'lengan anda'.
Hwon berteriak : Apa yang kalian lakuakn-tidakkah kau tahu siapa aku? ^^
Dialog boneka mengatakan sesuatu tentang raja : Sebagai raja, jika aku
tak dapat memilikimu, apa artinya posisi ini? Hwon tak suka mendengar
kata-kata itu. Hwon menanyakan apa Wol menikmati pertunjukannya. Wol
mengatakan itu menyenangkan. Hwon menatapnya.

Yang
Myung masih menunggu Wol bersama Jansil. Myung mengatakan dia
terlambat. Dia bertanya apakah Jansil memberikan petunjuk / jalan yang
benar? Myung melihat Jansil tertidur, dan menutupinya. Ia berjalan
mencari Wol (T_T kadang aku sedih melihat Myung, tapi aku tetap suka
sama Wol-Hwon).





Hwon masih menatap Wol. Wol bertanya apakah kau betemu orang itu? Kau bertemu dengannya?
Hwon : Aku tak bisa bertemu dengannya.
Wol : Mengapa kau tak bisa bertemu dengannya? Mengapa tak bisa?
Hwon
: Karena aak itu sudah tak ada di dunia ini lagi. Itu salahku. Aku
harusnya melindunginya, tapi aku tak bisa melindunginya. Aku punya
banyak hal yang ingin ku katakan padanya, tapi aku tak sempat
mengatakannya. Jadi aku belum bisa melepaskannya. mereka mengatakan
Seorang shaman bisa berbicara dengan roh, apakah itu benar?
Wol : Aku juga mendengarnya begitu.
Hwon : Lalu, apakah kau akan memberitahu anak itu sesuatu untukku?
Wol : apa yang ingin kau katakan padanya?
Hwon : Bahwa aku menyukainya, sangat sangat menyukainya.

Hwon tersenyum padanya dan Yang myung kembali melihat mereka berdua dan ada airmata di matanya.
End..
Source: http://myls-koreanlover.blogspot.com
0 komentar:
Post a Comment