Seneng
banged melihat episode ini. Wajah Hwon yang sumringah alias bahagia
akhirnya muncul. Kim So Hyun merubah karakter dinginnya menjadi ceria
setelah menemukan Yeon Woo masih hidup. Rasanya aku merindukan karakter
Yeo Jin Goo sebagai Hwon muda. Han Ga In memakai hanbok yang sama dengan
Kim Yoo Jung waktu muda, dan mereka terlihat mirip. Heo Yeon Woo telah
kembali, meski hanya Hwon, Hyung Sun, Woon dan Yang Myung yang tahu
(Jansil, Seul dan Shaman JAng sudah tahu dari awal).
Rating
Episode 17 adalah 36,7%. Ratingnya turun karena Tv Sebelah, SBS
menyiarkan pertandingan bola malam itu. Hm, dikorea rasa nasionalisme
emang tinggi.
Aku masih bingung mau memanggil Han Ga In sebagai wol
atau Yeon woo. Jadi, aku gunakan dua nama itu di tempat yang berbeda.
Dan kuharap kalian mengerti kalau Wol = Yeon Woo^^
Episode 17 : if it's by your side – even if it wasnt this anteroom, even if it was hell it would be ok

Yang
Myung dan Wol berjalan bersama. Myung mengatakan Wol tak perlu keluar
mengantarkannya. Ia bertanya apa Wol akan menghilang lagi tanpa ia
ketahui. Wol mengatakan bahkan jika ia ingin lari, tapi ia hanyalah
seorang kriminal. Myung mengatakan, benar, kau adalah kriminal, kau
hanya shaman Wol. Myung berkata ia sangat senang kalau Wol adalah
seorang kriminal dan seorang shamna. Myung berkata agar Wol masuk dan
beristirahat. Yang Myung meninggalkannya, Wol menatap Yang Myung. (Pada
dasarnya Yang Myung senang kalau wol adalah kriminal dan hanya seorang
shaman, bukan Heo Yeon Woo, agar ia bisa bersama dengan Wol).

Saat Myung sedang berjalan, ia melewati beberapa orang laki-laki menuju ke tempat Wol. Yang Myung terlihat khawatir.

Wol
akan masuk ke dalam dan mendengar namanya dipanggil "Heo Yeon Woo". Itu
adalah Hwon yang berpakaian seperti seorang bangsawan. Hwon berjalan
mendekati wol danWol bertanya apakah ini kenyataan/ia tak bermimpi. Hwon
bertanya apa. Wol bertanya apakah ia ini bukan ilusi, bahwa orang yang
ada dihadapannya adalah Raja.

Hwon
berkata dia bukanlah ilusi dan ia sungguh datang untuk menemukannya.
Hwon mengatakan dirinya benar-benar bodoh karena tak menyadari siapa Wol
sampai sekarang. Wol menangis. Hwon memeluknya. (OMo ya~!!! Aku terharu
T_T akhirnyaaaa.....).

Yang Myung berdiri disana dan melihat mereka berpelukan dengan hati yang hancur.
Yang
Myung berjalan pergi dan menangis. Ia melihat Woon. Woon menyuruh Myung
diam karena beberapa pria datang ke arah mereka. Won berbalik dan
melawan 3 pria. Mereka menarik pedang mereka. Won bertarung dengan
mereka. Woon berlari setelah Hwon dan Myung mengambil pedang dan berlari
setelah Woon.


Hwon
dan Yeon Woo dikelilingi oleh pembunuh itu. Woon melindungi mereka, Wol
ada dibelakang. Woon berkelahi dengan mereka. Myung maju dan bertarung
juga. Hwon meraih pedang Yang Myung dan membunuh satu orang. Yeon Woo
memanggil nama Myung. Myung berkata ia baik-baik saja. lalu banyak pria
yang muncul. Woon melawan mereka. Hwon melihat kearah Myung memberitanda
untuk membawa Wol lari. Hwon pun ikut berkelahi dengan pembunuh. Myung
dan Wol kabur.
Yeon Woo bertanya kemana Myung akan membawanya. Tapi Myung diam saja.

Woon
bertanya kemana Myung membawa Wol. Dan mungkin ketempat yang aman.
Mereka merasa tempat itu tak aman dan menuju kesana. tapi samapi disana
Myung dan Wol tak ada. Myung membawa Wol ketempat yang lain. Hwon dan
Woon lalu pergi dengan menunggang kuda.

Ternyata
pembunuh itu adalah suruhan menteri Yoon. Mentri Yoon bertanya apakah
mereka kehilangan gadis itu. Pembunuh berkata itu karena Raja dan Woon
muncul disana. Juga Myung yang muncul dan membawa gadis itu dan
menghilang. Yoon berkata bagaimana pun caranya mereka harus menangkap
gadis itu. Ia juga menyuruh para pembunuh untuk membunuh kepala
Seungsucheong, Shaman Jang, tanpa ada yang mengetahuinya.

Shaman
Jang berjalan dengan Jansil dan Seul dan mengingat apa yang dikatakan
Hyung Sun. Bahwa Shaman jang adalah saksi penting dalam pembunuhan
puteri mahkota dan sampai insiden itu teratasi shaman Jang harus hidup,
tak peduli bagaimanapun. Hyung Sun memberitahukan kemana Shaman Jang
harus bersembunyi samapi ia dipanggil dan shaman Jang harus datang
kesana. Hyung Sun memperingatkan agar Shaman Jang tidak lari atau
mencoba bunuh diri. Jansil bertanya kemana Seul. Shaman jang berkata ia
meninggalkan Seul karena sudah jelas kemana Seul pergi. Jansil khawatir
dia tidak akan kembali. Shaman Jang berkata Seul akan kembali jadi tidak
usah khawatir dan ikuti saja.

Hwon pergi kekamar Myung dan melihat, tapi tak ada seorang pun disana.
Hyung
Sun datang dan melihat darah di baju Hwon, ia memanggil tabib tapi Hwon
berkata ia baik-baik saja. Hwon berkata apa yang dia lakukan hari ini
harus dirahasiakan. Hwon berkata dalam kepalanya : Yoon dan Hyung Nim.

Yang
Myung ternyata membawa Wol ke biara tempat ibunya. ada luka ditubuh
Myung. Myung memanggil ibunya dan pingsan. Ibu mengatakan pada Wol : Aku
tak tahu siapa kau, tapi apa kau bisa membantuku membawanya kedalam?
Wol mengatakan ia akan membantunya. Ibu ingat saat ia bertemu Yeon Woo
kecil. (Semirip itukah Wol dengan Yeon Woo sampai semua orang yang
melihatnya tahu? Hm...).

Ibu
Myung sedang mengobati luka puteranya. Ibu bertanya apakah Wol adalah
puteri menteri Heo. Wol menjawab iya. Yeon Woo bertanya mengapa ibu
seperti ingin menangis, dan ibu berkata bagaimana hati puteranya begitu
sakit dan terus menyimpan Yeon Woo dalam hatinya.

Ibu
berkata ia tak akan menanyakan mengapa Yeon Woo masih hidup. Dia
mengatakan suatu hari Myung datang dan bertanya tentang Yeon Woo, bahwa
ia bisa melepaskan segalanya tapi ada satu orang yang tak bisa ia
biarkan pergi. Ia mungkin ingin menunjukkan gadis itu yang ada dalam
hatinya. Orang macam apa dia. Ibu melanjutkan kalau ia bukanlah ibu yang
baik dan Myung datang kesana dengan tubuh yang terluka. Woon mengamati
mereka dari jauh dan diam-diam meninggalkan mereka.
Woon melapor pada
Hwon kalau Yang Myung dan Yeon Woo tak ada ditempat ibu Myung. Hwon :
mereka tidak di kuil? Hwon meminta Woon mengikutinya. (aih.... Woon
pasti galau. ia berbohong pada Hwon untuk Yang myung T_T).

Hwon
membawa Woon kekamar mandi raksasa. Hyung Sun mengatakan itu disiapkan
seperti yang diinginkan Hwon. Hwon memberitahu semua orang untuk
meninggalkannya kecuali Woon dan Hyung Sun. Mereka meninggalkan Hwon,
Hyung Sun dan Woon. Hwon meminta pedang milik Woon. Hwon menempatkan
pedang itu ke leher Woon. Hyung Sun bertanya mengapa Hwon melakukannya.
Hwon memerintahkan Woon untuk membuka pakaiannya. Hwon mengatakan ini
bukan lelucon. Kau melihat pedang diacungkan kelehermu untuk sebuah
candaan? Hyung Sun bertanya mengapa Hwon melakukannya, Hyung Sun takut
Hwon kehilangan akal. Hwon mengatakan betapa kotor Woon dengan pedangnya
menjaga Hwon semalam. Hwon menyuruh Woon masuk kedalam bak yang telah
disiapkan. Woon berkata ia tak bisa tapi Hwon memerintahkannya untuk
masuk. Hwon mengatakan sesuatu tentang Woon yang tak mengikuti perintah
kerajaan, ketidak setiaan, bimbang antara raja dan saudaranya adalah
pengkhianatan/pemberontakan. Hwon memerintahkan agar Hyung Sun
meyakinkan Woon masuk dalam bak mandi kerajaan kalau tidak maka ia akan
menyerang dengan pedang itu. Hwon memberitahu seberapa banyak ia
menghargai Woon. Jangan terluka. karena rasa sakit Woon juga sakit
baginya. Hwon pergi meninggalkan Hyung Sun dan Woon. (Hwon tahu kalau
Woon berbohong kepadanya tentang dimana Myung. Ia juga merasa sedih
karena Woon bimbang pada dirinya dan Myung).

Yang
myung terbangun dan mencari Yeon Woo. Ia melihat ibunya sedang bersama
Yeon Woo. Mereka berbicara tentang ibun yang akan membuat sesuatu dengan
manik-manik.

Yang
Myung berjalan kearah mereka. Ibu bertanya apakah Myung sudah baikan.
Ibu berkata ia akan memanggilnya kalau sarapan sudah siap. Yeon Woo
bertanya apakah Myung baik-baik saja. Myung berkata ia pikir Yeon Woo
akan pergi. Yeon Woo berkata ia menunggu Yang Myung bangun sebelum ia
pergi. Myung meminta Yeon Woo berjalan bersamanya.

Yeon
woo bertanya sejak kapan Myung tahu kalau ia adalah Yeon Woo. Myung tak
menjawab. Yeon Woo bertanya apakan itu karena nama batu (nama yang ia
berikan pada batu yang diberikan myung). Myung berkata jika ia tak tahu
justru itu aneh. Myung berkata saat ia memberi batu sebagai hadiah, ia
mengarang namanya dan selain Yeon Woo siapa lagi yang tahu? Yeon Woo
lalu bertanya mengapa Myung bertindak seolah-olah tak mengenalinya?
Myung : karena aku tak ingin tahu. jika mungkin aku akan bertindak tidak
tahu samapi akhir. Bahwa kau kembali hidup, bahkan jika aku sangat
senang aku tak bisa bertahan, disatu sisi aku harus mengakui kebenaran
dan semuanya akan terbang jauh dan menghilang (harapan Myung bahwa Wol
hanyalah shaman bukan Yeon Woo).Kau tahu? ketika aku membuka mata, aku
punya tempat untuk pergi, tempat untuk bekerja, orang yang
membutuhkanku, dan juga karena aku melihatmu jadi aku sangat bahagia.
Yeon Woo berkata itu juga menyenangkan baginya. Ketika sulit untuk
menghadapi kenyataan didepan mataku, kau adalah cahaya terang bagiku.
berkat dirimu aku bisa melupakan kekhawatiranku sebentar dan tertawa.
Ketika aku adalah shaman Wol dan ketika aku adalah Heo Yeon Woo, aku
selalu berterima kasih, tapi juga meminta maaf setiap hari. Tapi aku tak
dapat memberikan jawaban yang kau inginkan. Yeon Woo mengatakan agar
Yang Myung mencari seseorang yang baik dan bahagia. Yeon Woo : Ini
adalah hal paling jujur yang bisa aku katakan. Tetaplah sehat. Yeon Woo
lalu memberi hormat pada Yang Myung. Yeon woo akan pergi tapi Yang Myung
memegang tangannya. Myung menangis dan bertanya dalam hidupmu
sebelumnya kau adalah wanita pangeran, dalam kehidupan sekarang tak
bisakah kau tinggal disisiku? Hwon berkata itu tak akan terjadi.

Hwon
berjalan kearah mereka bersama Woon. Hwon menarik Yeon Woo dan
memerintahkan woon membawa Yeon Woo. Yeon Woo melihat kembali ke arah
mereka dan Myung menatapnya. Yeon Woo pergi. Hwon bertanya pada Myung :
apa kau tahu apa saja yang baru kau lakukan kakak? Lari dengan wanita
milik raja adalah kejahatan.

Hwon
melempar pedang pada Yang Myung. Mereka berhadapan. Myung bertanya
apakah Hwon berniat menyerangnya tapi Hwon mengatakan dia bisa membawa
Myung ke jalur hukum. Myung bertanya apa maksudnya. Hwon mengatakan ia
memberikesempatan Myung untuk menempatkan/mengacungkan pedang ke leher
raja. Pedang ditanganmu adalah nyata. Ditempat ini jika kau menyerangku
maka kau akan menjadi penguasa negeri ini. Mereka mulai bertarung.
Flashback ketika mereka masih kecil dan Myung menletakkan pedangnya di
leher Hwon kecil. Dan saat ini Myung melakukan hal yang sama. Myung
memegang pedang dan mengarahkan ke leher Hwon, Hwon berkata : Jika kau
menjadi penguasa, apa kau fikir semuanya akan ada dalam genggamanmu?
Myung : Bahkan jika aku menjadi penguasa, setidaknya aku tak akan
menjadi kriminal. Hwon mengatakan pada Myung untuk menyerang. hwon :
kenapa kau ragu-ragu? cepat, potong leherku!

Yang
Myung menangis dan melemparkan pedangnya ke bawah. Hwon : Kau telah
kehilangan kesempatanmu hari ini, kakak. Jadi jangan berharap ada
kesempatan lain lagi. Yang Myung melotot padanya. (Aduuuuh, dua saudara
ini. Kenapa dibagian ini aku agak nggak suka sama Hwon ya? Aku rasa dia
agak sedikit sombong atau gimanaaa gitu. T_T kasian myung...).

Hwon
kembali bersama Woon. Hyung Sun terlihat khawatir. Hwon bertanya apakah
Yeon Woo istirahat. Yeon Woo menjawab ya. Hwon bertanya apakah ia boleh
minta sesuatu. Apakah Yeon Woo datang kesini atas kehendaknya. Yeon Woo
berkata apakah jika itu bukan keinginannya maka Hwon akan mengirimnya
pergi. Hatiku sudah menjadi milikmu, apakah kau gugup? hwon bertanya
apakah ia bisa membuka pintu. Yeon Woo berkata jika Hwon menginginkannya
maka ia boleh membukanya. Hyung Sun memberitahukan pelayan untuk
membuka pintu. Yeon Woo keluar menggunakan pakaian bagus, mirip dengan
pakaian Yeon Woo kecil saat masuk istana. Hwon melihatnya dan meminta
Yeon Woo lebih dekat. Yeon Woo mendekat satu langkah. Hwon memintanya
lebih dekat lagi. Yeon Woo melangkah, Hwon langsung menujunya dan
memeluk Yeon Woo.


Yeon
Woo bertanya mengapa Hwon seperti itu. Hwon berbalik dan Hyung Sun
tersenyum padanya. Hwon dengan matanya memerintahkan Hyung Sun menyuruh
yang lain meninggalkan mereka. Hyung Sun mengerti dan tersenyum manis
pada Hwon dan meninggalkan mereka. ^^


Hwon
memeluk Yeon Woo lagi dan memanggil namanya. Yeon Woo : ya paduka. Hwon
terus tersenyum dan memanggil nama Yeon Woo berulang-ulang. Dan Yeon
Woo terus mengatakan YA paduka.

Hwon
berjalan dan mengingat Yeon Woo mengatakan 'hatiku sudah menjadi milik
paduka, mengapa anda gugup?'. Hwon tersenyum. Ia melihat Hyung Sun yang
menyeringai. Hwon tersenyum dan kembali berjalan. Mereka menuju Yoon.
Yoon bertanya kemana Hwon akan pergi. Yoon mengatakan ia mendengar
sesuatu yang penting beberapa waktu lalu saat Hwon pergi. Dia bertanya
apakah Hwon baik-baik saja. Hwon mengatakan hanya Hwon dan beberapa
orang yang tahu tentang hal itu jadi bagaimana Yoon bisa tahu. Yoon
mengatakan itu kewajibannya mengetahui apa yang terjadi pada Raja. Hwon
mengucapkan terima kasih atas kekhawatiran Yoon. Hwon dan Yoon
membicarakan sesuatu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Hwon
menyebutkan tentang sebuah kompetisi yang akan datang dan meminta
beberapa tips olahraga pada Yoon. Yoon : Saat targetku didepan mata,
maka aku tak akan menyerah hingga akhir. Hwon : JAdi, setelah target
terpilih, jangan menyerah dan kejarlah. dan akhirnya bunuh mangsanya.
Aku akan mengingat itu.

Hwon
bertanya apa yang dilakukan Yeon Woo diruangannya. Yeon Woo mengatakan
ia membaca buku sastra. Hwon mengatakan Yeon Woo melakukan hal yang sama
ketika ia bertanya beberapa waktu lalu. Hwon : Apa kau bosan? Yeon Woo:
Aku tak bosan. Kau harus berkonsentrasi pada gulunganmu. Hwon bertanya
apa buku yang sedang dibaca Yeon Woo. Yeon Woo : Han BI Ja. Hwon
mendesah dan bertanya apakah buku itu menyenangkan? Yeon Woo menjawab
buku itu menyenangkan untuk dibaca. Hwon tiba-tiba mendongak.

Yeon
Woo yang sedang membaca buku mendongak juga untuk melihat Hwon dan
melihat Hwon memegang banyak gulungan dan mengangkat mejanya. Ia
meletakkannya didepan Yeon Woo, duduk dan membaca. Hwon berkata buku itu
begitu menyenangkan hingga Yeon Woo tak mendengar ia masuk. Yeon Woo
bertanya kapan ia datang. Hwon bergumam bagaimana Yeon Woo tidak
bertemu dengannya setelah 8 tahun. Hwon cemberut karena Yeon Woo tak
memberikannya perhatian^^. Hwon berbicara tentang bagaimana selama 8
tahun dia tidah memperbolehkan dirinya melihat orang lain. Dimana ia
hidup dikelilingi gadis-gadis cantik diistana tapi ia masih melindungi
hatinya karena rasa bersalah atas kematian YEon Woo dan begitu banyak
penderitaan mental dan fisik. Yeon Woo bertanya apakah Hwon membutuhkan
kekuatan fisik untuk melindungi dirinya dari rasa bersalah. Hwon berkata
tentu saja. Hwon membicarakan tentang malam ketika darah pria mendidih
dan bla bla bla. Yeon Woo berkata Hwon berbohong tentang tidak melihat
seorangpun. Hwon bertanya maksudnya. Hwon : siapa yang aku lihat? aku
terombang-ambing oleh shaman Wol yang disimpan disampingku setiap malam.
bukan, memang benar aku disihir sejenak tapi... Ia mulai bersikap
defensif dan mengatakan : Tunggu dulu, kau bukan Wol kan? Yeon Woo :
bagaimanapun, sebelum kau tahu Wol adalah aku, aku yakin kau tertarik
dengan Wol.


Hwon
tertawa. Yeon Woo bertanya mengapa Hwon tertawa. Hwon : Bukankah ini
lucu, kau cemburu pada dirimu sendiri. Yeon Woo : Aku bilang aku tidak
begitu, kenapa kau terus melakukan itu? Ngomong-ngomong aku akan selesai
membaca dan kau harus melihat gulunganmu. Tapi Hwon mendorong mejanya
kesamping dan membuat Yeon Woo meletakkan bukunya. Hwon mengatakan
bagaimanapun sangat lucu Yeon Woo cemburu pada dirinya sendiri. Hwon :
Tapi bagiku, jatuh cinta kedua kalinya pada gadis lain tak akan terjadi.
^^

Hwon lalu mencium Yeon Woo. Hwon tersenyum dan melanjutkan membaca bergaya cool. Yeon Woo hanya menatapnya.

Nenek
bertanya apa maksudnya pembicaraan konyol mengenai gadis yang sudah
mati hidup kembali. Nenek : Bagaimana bisa gadis yang sudah mati dan
dikubur selama 8 tahun hidup kembali. Nenek lalu mengingat apa yang
dikatakan oleh shaman Jang saat shaman jang bertanya apakah nenek begitu
mempercayainya 8 tahun lalu sehingga ia memberi tugas itu padanya.
Tiba-tiba Nenek berkata : SHaman Jang, beraninya dia!. Yoon mengatakan
Hwon mungkin tahu. Nenek bertanya bagaimana Hwon bisa tahu apa yang
terjadi. Yoon mengatakan bagaimana Hwon menyuruh Shaman Jang bersembunyi
dan juga gadis di rumah perawatan disembunyikan disuatu tempat oleh
raja. Yoon memastikan Shaman Jang dan Wol disembunyikan oleh raja. Nenek
berkata jika Hwon tahu kebenarannya ia tak akan menutup-nutupinya. Yoon
berfikir Hwon menunggu waktu yang tepat dan ia belum tahu bagian
terakhir dari kebenaran itu (about Min Hwa pastinya). Mereka memutuskan
mencari shaman Jang dan Wol serta menyingkirkannya. Bahkan jika raja
tahu apa yang terjadi 8 tahun lalu, jika dua orang itu menjadi saksi
kebenaran, kebenaran itu akan dikubur selamanya. (aduh, pasti sulit
banged saat tahu Min hwa terlibat).
Nenek memutuskan mengunjungi Hwon.

Hwon
dan Yeon Woo masih membaca di kamar Hwon. Yeon Woo mendongak dan
menatap Hwon. Hwon juga melihat dan tersenyum padanya^^. Hyung Sun
menyeringai lagi^^. nenek muncul dan minta Hyung Sun melaporkan kalau ia
mengunjungi Hwon.

Hyung
Sun berteriak keras-keras bahwa Nenek datang. Hwon dan Yeon woo
terkejut. Hyung Sun terus berteriak kalau nenek datang dan
perlahan-lahan kemudian. Nenek memerintahkan mereka segera membuka
pintu.

Nenek
masuk dan melihat Hwon sedang mengangkat meja. Hwon pura-pura
mengangkat meja keatas-kebawah dan mengatakan itu adalah latihan
olahraga.

Yeon
Woo ada disebuah ruangan dan mendengarkan dari pintu. Hwon bertanya apa
yang membawa Neneknya menemuinya. Nenek berkata ia datang untuk
memberitahukan sesuatu. Hwon berkata Nenek harusnya memanggilnya. Nenek
mengatakan apakah Hwon ingat bagaimana ia menyelamatkan hidup Wol. Hwon
berkata bagaimana ia bisa lupa. nenek mengingatkan Hwon pernah berkata
kalau Hwon akan membayar kembali dengan mendengarkan permintaannya. Hwon
berkata bagaimana mungkin ia lupa. nenek mengatakan ia disini sekarang
untuk menagihnya. Hwon bertanya apa itu. Nenek meminta Hwon menemukan
shaman seungsucheong, shaman Jang dan puteri babtisnya Wol dan membawa
mereka padanya. Hwon bertanya mengapa nenek mencari mereka. nenek : aku
memintanya karena kau menyembunyikan mereka. Hwon : bagaimana mungkin
anda berfikir bahwa.... Tapi nenek menyela : Kau sedang menyelidiki apa
yang terjadi 8 tahun lalu. Jangan lakukan itu dan tutuplah. Apa kau
ingat apa yang aku katakan 8 tahun lalu? Aku katakan untuk tidak
melakukan apapun. Karena ada alasannya mengapa Raja bahkan menutupinya.

Hwon
bertanya apa yang nenek sembunyikan darinya. Nenek : Aku harus
menyembunyikan hal yang menyakitkan bagimu. Hwon : mengapa kau harus
menyembunyikannya? Nenek berkata itu semua demi Hwon. Lebih detailnya
untuk melindungimu dan semua orang yang kau hargai. Hwon : JIka itu
seseorang yang aku hargai, siapa dia? Nenek mengatakan kau tahu.
Pikirkan baik-baik. Yang paling kau ingin lindungi. Nenek meminta
jawaban atas permintaannya. Ia bertanya mengapa Hwon tak menjawab. Kau
tak ingin mengabulkan permintaanku? Hwon berkata tentu ia akan
melakukannya dan berkata akan memakan waktu lama untuk menemukan mereka.
Hwon : Jika kau mempercayaiku, maka tunggulah. Aku pastikan aku akan
menemukan mereka jadi jangan khawatir. Hwon mengatakan dalam kepalanya,
tapi tempat yang akan menjadi tempatmu adalah hukuman. Sebagai pelaku,
nenek dan shaman Jang dan Yeon Woo korbannya.

Yeon
Woo masih dalam kamar dan dengan khawatir mengatakan 'kakak'. (Yeon Woo
tahu maksud nenek adalah Min hwa, dan ia mengkhawatirkan Yeom).

Yeom
ingat bagaimana Hong mengatakan ia diperintahkan untuk menyelidiki
kematian Yeon Woo diam-diam. Dia juga ingat saat ia mengatakan bagaimana
mungkin ia menghindari penyakit saat adiknya diantara hidup dan mati.
Jika ia tak bisa melindungi adik satu-satunya bagaimana ia bisa mengurus
pangeran. Yeom : Yeon Woo ya~

Yeom
sedang berjalan diluar dan mendengar seseorang mendekat. Yeom bertanya
siapa itu, siapa yang diam-diam mengamatinya. JIka kau tak menunjukkan
wajahmu, aku akan memanggil seseorang. Yeom berjalan dan melihat Seul
disana. Seul memberitahukan namanya dan memanggil Yeom tuan muda. Yeom
mengingat Seul yang melayani Yeon Woo. Yeom bertanya mengapa Seul datang
sembunyi-sembunyi seperti kucing bukannya masuk dari gerbang depan.
Seul berkata dia hanya lewat dan berfikir untuk datang kesana. Ia
bertanya bagaimana kabar Seul. Seul berkata ia bertemu pemilik yang baik
dan hidup dengan baik. Seul memanggilnya Tuan muda, tapi Yeom berkata
ia bukan tuan muda lagi karena ia sudah tua. Seul berkata dalam hatinya
kalau Yeom selalu tuan muda baginya, ketika waktu itu Yeom memberinya
nama Seul. Yeom bertanya apakah Seul punya sesuatu untuk dikatakan. Ibu
memanggil Yeom dan bertanya apa yang dilakukan oleh Yeom. Yeom ingin
mengatakan kalau pelayan Yeon Woo ada disana tapi seul sudah hilang. Ibu
berkata ia mendengar Yeom berbicara dengan seseorang dan bertanya apa
ada yang datang. Yeom berkata tak ada. dan bertanya mengapa ibu keluar.
Ibu berkata ia khawatir tentang Min hwa dan ingin mencarikan tabib
karena sejak kembali dari makam ayah Min hwa belum membaik. Ibu bertanya
apa yang dia pikirkan. Yeom menawarkan diri membawa Min Hwa ke dokter.
Ibu bertanya apakah Yeom akan pergi, Yeom berkata ia akan ikut.

Hwon
mengingat percakapannya dengan Nenek. bagaimana nenek mengatakan pasti
ada alasannya kenapa mantan Raja menutupi apa yang terjadi. Bahwa itu
semua demi Hwon. lebih detail, untuk melindungimu dan orang yang kau
cintai. Yeon woo memanggil 'yang mulia'. Hwon mengatakan maaf, ia sedang
berfikir. Yeon Woo mengatakan itu sudah larut malam dan meminta Hwon
untuk segera tidur. Hwon bertanya mengapa Yeon Woo belum tidur. Yeon Woo
menjawab ia tak ingin tidur. Hwon minta maaf karena membuat Yeon Woo
tinggal dalam kamarnya sepanjang hari. Yeon Woo : Aku ada disisimu. Jika
aku disisimu, bahkan juka bukan di ruangan ini, bahkan jika di neraka,
aku akan baik-baik saja. Hwon menawarkan padan Yeon Woo untuk berjalan
keluar.

Hwon
dan Yeon Woo berjalan didekat paviliun bulan perak. Hwon mengatakan
mereka bertemu terakhir kalinya di bangunan bulan perak, mengapa Yeon
Woo tak mengatakan kalau ia kehilangan ingatannya, mengapa
menyembunyikannya. Yeon Woo mengatakan ia tak bisa melakukannya karena
disamping Hwon ada Ratu.

Bo
Kyung lagi-lagi terbangun dan ketakutan. Pelayan bertanya mengapa Bo
Kyung seperti itu. Apakah ia bermimpi buruk lagi. Bo Kyung mengatakan
itu aneh karena ia tidak mendengar suara tangisan dari bangunan bulan
perak. Dayang mengatakan shaman sudah mengusir hantu. Tapi Bo Kyung
mengatakan itu karena pemiliknya telah kembali, gadis itu Yeon Woo ada
disekitar sini. Aku akan menyuruh ayahku menyingkirkan gadis itu segera.
Tapi Bo Kyung berubah pikiran dan mengatakan ia tak bisa memperlihatkan
sisinya yang sekarang pada ayahnya karena ia akan kecewa. Bo Kyung
minta pada dayangnya membawakan gadis mata-mata itu padanya. dayang :
selarut ini? Bo Kyung : Apa yang kau lakukan? Aku bilang panggil dia
sekarang!

Yeon
Woo mengatakan bagaimana ia seharusnya mati tapi kemudian ia menyadari
siapa dirinya. Dia tak yakin apa yang terjadi dengan Hwon dan
semacamnya. Juga tidk segera mengenali Hwon. Hwon bertanya apa maksudnya
Yeon Woo harus menanggung siksaan karena kesalahnnya? Ketika kau
mengalami mimpi buruk dan shock menjadi mati, aku tak bisa melakukan
apapun, itu salahku karena aku tak berdaya. Yeon Woo berkata maksudnya
bukan begitu. Yeon Woo : Ketika aku tak layak, kenyataannya kau tak
melupakanku selama 8 tahun, aku tak bisa meminta lebih dari itu. Bahkan
untuk sisa tahunnya, jika kau melupakanku, aku akan hidup mengingatmu
lebih, dan kehilanganmu. Hwon : Aku tak akan pernah lupa. semua orang
yang membuatmu menderita, aku akan mengungkapkannya, siapa dalangnya dan
mengembalikan semuanya ketempat asalnya. Yeon Woo : Apa yang ada dimasa
lalu, kubur di masa lalu. Ketika mantan raja menutupi kebenarannya
bukankah dia punya alasan? Hwon : Kau percaya padaku? Aku akan menemukan
kebenarannya. Bukankah kau yang menghiburku dengan kata-kata? Jadi
bagaiman bisa kau... Yeon Woo : Aku mempercayai paduka. Tapi aku takut
kebenarannya akan menyakiti anda. Hanya ingin berada disisi anda, aku
tak ingin lebih dari itu. Hwon : Kau ingin berada ditempat yang tak ada
cahaya matahari.Yeon Woo mengatakan ia tak memerlukan cahaya lain karena
dia berada disamping matahari. Hwon membawa Yeon Woo pergi. Yeon Woo
bertanya kemana dia akan membawanya.

Hwon
membawa Yeon Woo keruangan dimana ia biasa bertemu dengan para menteri.
Yeon Woo : Tempat ini... Hwon : Ini adalah tempat dimana politik di
mulai. Ini adalah tempat dimana aku mendengar pembicaraan tentang warga
negara dan memutuskan apa yang harus aku lakukan terhadap rakyat. Yeon
Woo bertanya kenapa ia di bawa kesana. Hwon : hari ini pertama kali aku
bertemu denganmu, kau bisa mengatakan padaku, bahwa hukum yang salah di
negeri ini adalah kesalahan raja. Yeon Woo : Waktu itu aku masih terlalu
muda jadi aku tak tahu (Hwon dan Yeon Woo kecil pertama bertemu di Ep 1
dimana Yeon Woo membahas tentang hukum negara). Hwon : Jika melihat
dari mata seorang anak, segala sesuatu didunia iani dapat menjadi
masalah atau segala sesuatu bisa menjadi jawabannya. Itulah yang
saudaramu, guru pertamaku ajarkan padaku. Jika mata anak kecil
mengetahuinya maka itu akan menjadi masalah. Setiap kali aku membuat
keputusan tentang sesuatu, aku pikir , jika aku adalah dia, jika aku
adalah guruku, apa yang akan mereka katakan?

Hwon
meminta Yeon Woo untuk melihat latar belakang tempatnya duduk. Ketika
ia masih seorang pangeran, ia memberitahukan makna matahari dan bulan
untuk membuat sebuah binyeo (hairpin). Hwon menatap Yeon Woo dan berkata
: aku memintamu menjadi bulanku, dan terima ini sebagai proposal. Hwon
mengeluarkan hairpin. Hwon mengatakan ia membuatnya sepasang dan ia
sudah memberikan pada Yeon Woo satu. Dan dia berencana akan memberikan
yang lain pada Yeon Woo disana, dihari pernikahan mereka. hwon
memberikannya pada Yeon Woo. Hwon mengambil hairpin lain milik Yeon Woo
yang ia temukan saat ia memerintahkan seseorang mengambil barang Yeon
Woo di rumah perawatan. Hwon memberikannya pada Yeon Woo. (2 hair pin,
ternyata Hwon kecil membuatnya sepasang. Yang satu ia berikan saat Yeon
Woo sakit, dan satunya ia akan memberikannya saat mereka menikah,
sayangnya ia baru bisa memberikannya sekarang, sebagai tanda lamaran.
^^).


Yeon
Woo memegang kedua hair pin itu di tangannya. Hwon : Sekarang dua telah
menjadi satu. Wol menangis. Hwon menunduk dan mencium Yeon Woo^^.
END...
0 komentar:
Post a Comment