
Rating
Episode 10 adalah 37,1%, WOW!!! Kalau gini bisa-bisa melebihi 60% untuk
episode terakhirnya. Drama The Moon That Embraces The Sun emang Keren!
Selain karena aktor / aktisnya, ceritanya selalu membuat kita penasaran
tiap episode. Aku pribadi, sejak blog ini didirikan, belum pernah buat
sinopsis update, Ini pertama kalinya. Hehehehe.
Episode 9
kemarin, Wol selamat dari hukumannya karena Hwon. Ia bertemu lagi dengan
Yang Myung dan menumbuhkan rasa cinta kembali di hati Yang mYung, ia
lagi-lagi mencari keberadaan Wol. Akhir Episode 9 cukup membuat
deg-degan, dan ternyata........
Episode 10 : The Person That I Really Miss, It's You?


Hwon
memberitahukan Wol untuk menghapus masalahnya. Ia menanyakan apa Wol
bisa melakukannya. Wol mengatakan ia akan melakukan segala yang ia bisa.
Hwon memerintahkan Wol untuk mengangkat wajahnya. Disaat itu Bo Kyung
membuka pintu dan melihat Hwon menatap Wol. Woon menutup pintu saat itu.

Bo
Kyung akhirnya meninggalkan kediaman Hwon dan berkata kepada Hyung Sun
kalau itu hanya jimat sehingga tak akan menggangu raja.

Hyung
Sun bernafas lega. Hwon memanggil Hyung Sun dan minta dipanggilkan
tabib istana. Hyung Sun menanyakan apakah Hwon tidak sehat. Hwon melihat
wajah Wol yang terluka dan mengatakan : Bukan aku, tapi gadis ini.
Hyung Sun mencoba menjelaskan bahwa itu tak bisa. Hwon bertanya kenapa.
Hyung Sun menjawab tabib istana hanya bisa untuk mengobati Yang Mulia.
Bagaimana mungkin seorang Jimat.... Hwon : Bukan kah dia adalah jimat
manusia yang digunakan untuk menyerap penyakitku? Jika tubuhnya tak
baik, maka itu akan mempengaruhiku. ini bukan untuk dia, tapi untukku,
jadi cepat panggil tabib istana kemari. Hyung Sun : tapi Yang Mulia.
Hwon : Ini perintah. Hyung Sun pun tak dapat berbuat apa-apa dan ia
pergi. (Suka deh saat Hwon selalu mengatakan 'Ini perintah!' dan
meskipun itu dilarang pasti tetap dilakukan).

Woon
mendengar itu dan ia pergi keluar. Penjaga bertanya mengapa Woon
disini. Woon berkata Hwon memerintahkannya berdiri di luar. Woon tanya
apa yang ditangan penjaga itu. Penjaga menunjukkan surat Wol, penjaga
berkata mereka mengambilnya dari Wol, sepertinya Wol akan memberikannya
pada Raja.Penjaga mengatakan agar Woon mengkonfirmasi dan memberikannya
pada Woon.


Bo
Kyung ada dikamarnya, ia marah/frustasi/kesal dan mengacaukan kamarnya
dengan melemparkan apa yang ada dimejanya. Ia ingat bagaimana Hwon
menatap Wol. Bo Kyung bergumam seesuatu tentang bagaimana Hwon menatap
Wol.


Tabib
istana melakukan akupunktur pada lengan Wol yang terluka, sedangkan
Hwon sedang membaca buku. Hwon melirik Wol, tapi ketika Wol melihatnya,
Hwon mengalihkan pandangannya ke buku-nya^^. Hyung Sun melihat hal itu.
Hwon
tidur dan Wol duduk disampingnya. Wol ingat bagaimana Hwon menyuruhnya
untuk mengobati/menyelesaikan/meringankan masalahnya. Wol berdiri untuk
meninggalkan Hwon karena ia kira Hwon sudah tidur. Tapi Hwon membuka
matanya, dan menutupnya lagi. (Hahahahaha, mana bisa tidu si Hwon, ada
Wol disampingnya. Aku rasa kali ini yang ga bisa buat Hwon tidur adalah
Wol ^^).


Keesokan
paginya, Woon memberikan surat Wol pada Hwon. Hwon bertanya apa itu dan
Woon menjawab surat itu ditemukan ditubuh jimat dan itu untuk Hwon.
Woon menawarkan diri mengambil surat itu kembali kalau Hwon tidak ingin
melihatnta. Hwon mengatakan ia akan membacanya. Hwon membaca surat
permintaan maaf dari Wol. Hyung Sun juga mencoba untuk melihat dan
membacanya. Ia berkomentar, tidak biasanya seorang shaman tahu hanja
(karakter cina) tapi juga tidak biasa dia bisa melafalkan kalimat itu.
Hwon menggeram pada Hyung Sun^^. Hwon ingat saat ia berkata bagaimana
mungkin anak usia 13 tahun (Yeon Woo) bisa menulis surat seperti itu
(surat YW yang indah, dipenuhi bunga2 cantik). Hwon mengulangi kata-kata
Hwon kecil 'bagaimana aku bisa melupakanmu'. Hyung Sun memanggil Hwon.
Hwon bertanya mengapa Hyung Sun memanggilnya. Hyung Sun mengingatkan
bahwa gadis itu adalah jimat. Hwon mengatakan siapa yang bilang dia
bukan jimat. Hyung Sun : Aku adalah orang yang berada disisi Yang Mulia
sepanjang hidup anda dan melayani anda. Bagaimana aku lupa tulisan Yeon
Woo, jadi jangan bingung. Hwon : Kau mengatakan hatiku goyah oleh
seseorang seperti jimat? (Maksudnya, Hwon jatuh cinta pada jimat). Hyung
Sun : Dia bukan nona Yeon Woo. Tak peduli seberapa besar kesamaan
mereka. Hwon menyuruh Hyung Sun untuk diam. Hwon mengatakan ia tak ingin
melihat wajah Hyung Sun sementara waktu dan menyuruhnya berbalik
(lagi^^). Hyung Sun mengatakan malam itu ratu datang ke pintu tapi
kemudian ia kembali. Dia membuang harga dirinya betapa sulit ia berjalan
kemari dan kemudian harus kembali, bagaimana kau pikir perasaan ratu?

Bo Kyung masih di tempat tidurnya. Dia mendengar Hwon datang menemuinya. Ia senang dan bangun.
Hwon berjalan menuju ketempat Bo Kyung. Ibunya melihat Hwon masuk dan tersenyum.
Nenek
bertanya apakah Hwon pergi menemui Bo Kyung. Ibu Hwon mengatakan ia
melihatnya sendiri. Dia berkata berapa banyak hati bo kyung terluka
selama ini, jadi dia berfikir itu balasannya sekarang. Nenek menganggap
itu aneh. Dia mengatakan setelah ia meletakkan jimat itu untuk menangkal
roh halus, hatinya melunak.Ratu bertanya bagaimana Nenek bisa
mengatakan itu semua karena Wol. nenek berfikir langit menjawab doanya.
nenek mengatakan kalau Wol benar-benar memiliki keterampilan karena dia
adalah putri angkat Shaman Jang. Nenek minta tanggal penyempurnaan
kembali (mungkin dipercepat kali ya?). Nenek mengatakan mereka tak boleh
kehilangan kesempatan itu. Sudah sering Hwon membuat alasan untuk tidak
melakukannya, tapi sekarang ia dan Bo Kyung terlihat sudah bergaul
dengan baik. Ratu tetap ingin melakukan penyempurnaan pada tanggal yang
ditetapkan, tapi nenek mengatakan kesempatan datang sekarang untuk apa
menunggu sebulan. Kita harus percepat tanggalnya sebanyak yang kita
bisa.

Hwon
mengatakan Bo Kyung tidak kelihatan baik. Bo Kyung mengatakan ia tak
bisa tidur nyenyak tadi malam. Hwon mengataka ia mendengar Bo Kyung
datang tadi malam. Bo Kyung mengatakan ia menyesal. Hwon menanyakan apa
yang Bo Kyung periksa. Bo Kyung : Apa maksudmu aku memeriksa anda/
mengecek anda? Hwon : Apapun yang kau lihat dan apapun yang kau dengar
di kamarku, disana tak ada seorang pun. Jika kau melihat sesuatu pasti
itu sebuah jimat. Bukankah mereka mengatakan itu untuk satu bulan? Bo
Kyung bertanya apa yang dibicarakan Hwon. Hwon mengatakan malam
penyempurnaan kita. Hwon mengatakan sampai hari itu, mereka melarang
Hwon dan Bo Kyung untuk bertemu / menjaga jarak. Bo Kyung mengatakan
dalam hatinya : Apa maksudmu kau ingin aku tidak melangkahkan kaki
kesana lagi? Hwon bertanya apa Bo Kyung mengerti. Bo Kyung mengangguk.
Hwon meninggalkan Bo Kyung.

Bo
Kyung berfikir apa yang disembunyikan oleh Hwon. Mengapa ia tak boleh
lagi melangkahkan kaki ke tempat Hwon. Dia ingat melihat Wol dari
belakang. Bo Kyung berfikir apa karena gadis itu? Tidak cukupkan aku
melakukan itu untuk gadis yang sudah mati, sekarang aku harus takut pada
sebuah jimat? Bo Kyung meminta mata-mata untuk melihat jimat itu apa
yang dilakukannya setiap malam dan laporkan padanya.

Yang
myung kembali ke toko kertas tempat Wol membeli kertas. ia lagi-lagi
mencari Wol. Pemilik Toko : Maksudmu shaman? Myung berkata untuk melihat
wajahnya dengan jelas. Ia bertanya apa pemilik toko dapat mengingat
wajah gadis yang datang bersamanya terakhir kali. Pemilik toko
mengatakan ia ingat karena gadis itu sangat sopan dan pintar karenanya
ia pikir gadis itu adalah seorang guru atau semacamnya. Pemilik toko
terkejut karena ternyata gadis itu adalah seorang shaman. Myung bertanya
apa gadis itu datang lagi ke toko. Pria itu mengatakan tidak, dan Myung
kecewa.

Yang
Myung berjalan dan Jansil melihatnya. Jansil ingat Yang myung adalah
orang yang menyelamatkannya waktu kecil. (Jansil cantik ya).
Yang
Myung mengingat Profesor mengatakan shaman itu di asingkan di tempat
yang jauh dari istana. Ia juga ingat Wol mengatakan tempatnya yang
sekarang aman. Ia ingat profesor mengatakan nama shaman itu tak
tercantumkan dalam registrasi. Lalu ia ingat lagi Wol mengatakan
namanya. Pikiran Yang Myung terbagi dua, wol berbohong atau Profesor
yang berbohong. Jansil berlari kearah Myung dan memanggilnya 'orabuni../
kakak'. Dia memeluk Myung dan mengatakan kau masih hidup.

Myung
mendorongnya dan berkata tunggu dulu.Ia mengatakan kalau Jansil tak
terlihat seperti seorang gisaeng (Hahahhahaaha, dasar YM Playboy).
Jansil mengatakan kalau ia adalah seorang shaman yang sedang menjalani
pelatihan, dan mengatakan kalau pakaiannya adalah pakaian pelathan.
Myung bertanya pelatihan? Jansil mengingatkan Yang myung mengenai akan
psikis. Yang Myung mengingatnya. Ia berkata kau menjadi seorang gadis
muda sekarang. Aku hampir tak mengenalimu. Apakan kau baik-baik saja.
Jansil berkata ia baik karena ibu angkatnya seorang shaman
menyelamatkannyajadi sekarang ia bukan shaman palsu, tapi shaman
sesungguhnya.Yang myung berkata itu bagus. Ia meyakinkan lagi apa jansil
adalah Shaman. Jansil mengatakan ia shaman Seungsucheong, dan
menunjukkan pakaiannya. Myung berfikir itu adalah tempat yang paling
aman untuk seorang shaman.


Dia
meraih bahu Jansil dan bertanya apakah disana ada seorang shaman
bernama Wol. Jansil ingin mengatakan kalau ia tahu Wol, tapi ia ingat
shaman Jang melarang untuk menyebutkan nama Wol atau yang berhubungan
dengan Wol. Jansil mengatakan ia tak tahu. Jansil tiba-tiba pergi dan
mengatakan itu pertama kalinya ia mendengar nama wol. Myung meminta
Jansil mengingat lagi. tapi Jansil berkata tak ada nama seperti itu si
Seongsucheong. Jansil dari jauh berkata : Orrabuni, kita akan bertemu
lagi jika kita ditakdirkan untuk bertemu". Yang myung masih berfikir
jika Wol tak ada di Seungsucheong, lalu dimana dia?



Wol
sedang tidur siang dan seul terus menatapnya. Jansil masuk dan Seul
bertanya mengapa Jansil terlihat seperti itu. Jansil berkata dalam hati :
Aku minta maaf kakak. Aku benar-benar minta maaf. Dia lalu menuju Wol.
Seul melihat Wol dan sepertinya Wol bermimpi buruk. Wol bermimpi malam
saat pesta topeng, Hwon menyeretnya pergi dari keramaian. Seul memanggil
'nona' dan wol terbangun saat Hwon akan melepas topengnya.

Seul
bertanya ada apa. Apa Wol mendapat mimpi yang sama lagi. Wol
mengangguk. Seul : Ini sudah lama berlalu, kenapa terjadi lagi? Kali
ini, apakah kau melihat wajahnya? Wol : Kali ini aku benar-benar ingin
melihat wajahnya. Kali ini aku ingin bisa melihat wajahnya. Seul berkata
dalam hati : Nona, apakah kau penasaran dengan wajah dibalik topeng
itu? Setiap malam, kau duduk disampingnya. (T_T,,, aku kesal sekali,
kenapa harus begini? Kalau Seul jujur, Wol dalam bahaya, kalau Seul
bohong, Wol menderita, serba salah...).


Wol
pergi ke kamar Hwon. Ia membungkuk pada Woon dan masuk. Hwon sedang
membaca ketikan Wol masuk, Woon masuk juga. Hwon mengomentari surat Wol
dan mengatakan mengapa Wol ingin pergi. Hwon mengatakan berapa banyak
Wol membencinya. Wol mengatakan ia tak membenci Hwon. Hwon : Kau
mengatakan tidak, tapi suratmu mengatakan iya. Wol mengatakan ia hanya
mencoba menyampaikan ketulusannya dan pandangan pribadinya. Hwon : Jadi
maksudmu kau tak membenciku, tapi mengajariku tentang kebenaran? Wol
mengatakan maksud surat itu. Pada dasarnya ia adalah warga negara
seperti yang lain dan melakukan apapun sebisa mungkin. Mereka
membicarakan sesuatu kesalahpahamn dan bla bla bla.... dan sepertinya
Hwon tersinggung. Tapi Wol mengatakan ia tak bermaksud begitu. Hwon
mengatkan apa Wol lupa siapa dia dan ian ia mengangkat suaranya 'aku
raja negeri ini'. Hwon memanggil Hyung Sun dan mengatakan ia merasa
sesak didalam dan ingin berjalan-jalan keluar. Hyung Sun mengatakan
udara malam dingin. Hwon : Bukankan aku mengatakan aku sesak? Hyung Sun
menyiapkan keperluan. Hwon mengatakan kenapa Wol masih duduk di sana.
'Kau mengatakan kau adalah jimat yang akan menyembuhkanku, mengapa kau
tak melakukan pekerjaanmu sekarang, kau adalah jimatku, jadi cepat dan
ikuti aku.


Hwon
dan semua orang berjalan. Wol berjalan di belakangnya. Hwon mengatakan
pada yang lain untuk mundur dan mereka mundur. Hwon juga memberitahukan
Woon untuk mundur juga. Wol juga bersiap mundur tapi Hwon menggemgam
tangannya dan mengatakan agar Wol tetap disampingnya karena dia adalah
jimat (hahahhahaha, bilang aja kalau mau berduaan dengan Wol^^). Hwon
mengatakan pada yang lain untuk kembali.


Hwon
berdiri didepan tempat kediaman Yeon Woo. Wol melihat tempat itu dan
mengingat saat Yeon Woo membuka pintu. Dan bagaimana ia keluar dan
menangis memanggil nama Hwon. Wol : Apakah kau mengubur kesedihanmu
ditempat ini? Apakah ada orang yang menangis disini? Hwon bertanya apa
yang Wol lihat. Hwon menyentuh wajah Wol. 'apakah kau melihat dengan
kemampuan psikismu?'. Wol berkata iya.

Hwon
: Lalu coba tebak dengan kemampuan psikismu. wol : Apa? Hwon : Apa yang
kau lihat, apa yang akan aku lakukan sekarang. Hari ini Hyung Sun
mengatakan sesuatu yang aneh untukku. Apa yang kau pikirkan? Apakah kau
berfikir Aku dapat menghabiskan malam dengan jimat? Wol bertanya mengapa
Hwon seperti ini. Mata semua orang menghindari, karena Wol dan Hwon
begitu dekat, Hwon memegang tangan Wol dan berjalan. Hyung Sun
memberitahu untuk mengikuti. Woon yang terakhir, dan ia pergi ke arah
lain. (Omo! Omo! Omo! No Kisses???? KECEWA... ^^,, lalu kenapa Woon
pergi???)


Hwon
membawa Wol kekamar. Hwon menatap Wol dan bertanya identitas Wol lagi.
Wol : Bukankah aku shaman Wol? Hwon : Bukan, kau bukan Wol. Wol : lalu,
siapa kau? Ketika aku hidup sebagai shaman tanpa nama, kau yang
memberiku nama Wol. Hwon menangis dan menyentuh Wol. Hwon bertanya apa
benar Wol tak mengenalinya? Apakah kau benar-benar tak pernah bertemu
denganku sebelumnya? Wol : kenangan siapa yang kau lihat dalam diriku?
Melalui aku, siapa yang kau lihat? Apakah orang itu Yeon Woo?

Hyung
Sun mencari Hwon, dan mereka lari ke arah Woon. Woon melihat dalam
ruangan kemana Hwon dan Wol masuk tadi. (Jadi Hyung Sun and friend tadi
nggak ketemu sama Wol dan Hwon, pantes Woon milih jalan lain, dia tahu
kemana Hwon aka pergi).

Wol
: Kenapa kau menginginkan aku untuk tetap disini? Apa karena aku mirip
orang itu? Tapi aku bukan orang itu. Hwon menyuruh Wol diam. Hwon
menangis dan mengatakan : kau melewati batas sekarang. Hwon "hanya
karena aku membiarkanmu tetap disini, kau fikir aku akan memberikan
hatiku? Kau hanya jimat yang mengusir roh jahat, tidak lebih. Siapa
kau.. Oarng seperti apa kau...Siapa kau berani...." Hwon mengatakan
dalam fikirannya "membuat aku bingung". Tapi ia tersandung shingga Wol
memegang Hwon untuk menenangkannya. Hwon mengatakan pada Wol tanpa
melihat wajanya : Jangan mendekat. Jika kau melewati batas lagi, aku tak
akan memaafkanmu.
Hwon keluar dan Hyung Sun memberikah jubah
dingin pada Hwon. Tanpa melihat wajahnya, Hwon mengatakan Wol tak usah
mengikutinya karena dia akan tidur sendiri malam ini.
Hwon
menyuruh Woon untuk mengawal Wol dengan aman tanpa ketahuan. dan dalam
perjalanan pulang, kau punya tempat untuk disinggahi.

Wol
ingat saat Hwon mengatakan dirinya hanya sebuah jimat pengusir roh
jahat, tak lebih. Woon melihat Wol dan membawa Wol kembali ke tempatnya.

Shaman
Jang melihat Wol dan bertanya mengapa Wol ada diluar, seharusnya Wol
menemani Raja tidur. Shaman Jang bertanya apa ada sesuatu yang terjadi.
Wol : ibu, siapa sebenarnya aku? ketia aku ditinggalkan oleh orang tuaku
karena menyadari kemampuan psikisku, kau menemukanku yang saat itu
hilang dan merasakan kemampuan psikisku, dan membawaku seperti yang kau
katakan. Shaman Jang bertanya kenapa tiba-tiba Wol menanyakan itu. Wol :
aku terus melihat hal-hal aneh. Itu pasti memori seseorang, tapi
rasanya sepertinya mereka adalah milikku (memori itu adalah milikku).
Shaman jang berkata itu kesalahan, karena wol belum bisa mengontrol
kemampuan psikisnya. Wol : Aku tak mungkin pemilik kenangan ini kan?
Bahkan jika kau mirip dia, aku bukan orang yang tepat. Seul melihat itu
dan ia menangis, ia menyeka air matanya.


Yeom
sedang memandang ke atas dan ada Seul disana yang mengamati. Yeom
mendengar sebuah suara. Yang Myung melompat dan mengejutkannya. Yeom
berkata ia kaget, Myung berkata ia melakukannya memang untuk membuat
Yeom kaget. Yang Myung mengajak Yeom masuk karena cuaca dingin. Woon
muncul dan mengejutkan mereka. Yeom bertanya apa yang membawa Woon
datang larut malam bigini. Myung berkata ia juga kaget. Bagaimana Woon
bisa datang tanpa suara. Yeom bertanya apa Woon datang membawa perintah
atau sebagai teman.

Woon
memberikan perintah bahwa Mentri mengizinkan Yeom untuk pergi ke
istana. Yeom bertanya mengapa tiba-tiba mengizinkannya pergi ke istana.
Woon tidak menjawab dan Yeom menebak : sebelum diperintahkan raja, kau
tak akan berbicara. Woon : karena aku sudah menyampaikan pesan, aku akan
pergi sekarang. Yeom berkata apa sekarang Woon akan meninggalkan
mereka. Woon : aku sudah lama meninggalkan pos ku. Woon melihat sesuatu
yang ditulis oleh Yeon Woo. Yeom menjelaskan kalau itu dibuat oleh Yeon
Woo saat ulang tahunnya. Woon bertanya apa itu tulisan adikmu? Yeom
mengiyakan. Woon memuji tulisan tangan Yeon Woo. Yeom berkata adiknya
sangat berbakat dalam segala hal, bukan hanya menulis, tapi itu buruk
karena ia dilahirkan sebagai seotang gadis.

Seul
sedang melihat dari luar, dan Woon menyelinap mendekatinya. Seul
melawan Woon. Woon bertanya siapa yang mengirimnya. Mengapa Seul
mengintip. Seul melarikan diri. Myung : kau....

Myung
beromentar akhirnya Woon menunjukkan minat pada seorang gadis. Yeom
berkata bukan seperti itu. Myung bertanya apa yang Yeom maksud dengan
tidak. Yeom mengatakan ia mendengar kalau Myung memiliki seorang gadis
yang ia sukai. Myung berkata pasti min Hwa yang memberi tahu. Yeom :
benarkah? aku fikir itu hanya lelucon, ternyata benar. Orang macam apa
dia? Myung : Orang seperti apa dia? aku juga tak tahu bagaimana
mengatakannya. Apakah kau tahu? 8 tahun lalu, malam sebelum pemilihan,
aku melompat tembok ini. Kilas balik - saat Myung datang menemui Yeon
Woo dan mengajaknya pergi bersama. Bagaiman ia akan melepaskan gelarnya
dan membawa Yeon woo pergi. Myung bertanya pada Yeom: apa kau tahu dia
menjawab apa? Yeon Woo kecil berkata : kau bercanda, pergi terlalu jauh.
Myung mengatakan cara Yeon Woo menatapnya. Myung : malam itu, jika aku
tidak tersenyum dan menyembunyikan perasaanku, dan mencoba lebih keras
untuk mengulurkan tanganku meraih tangannya dan aku akan lari dengannya.
Kemudian, jika itu terjadi, akankah dia berada disisiku saat ini?

Wol
ada dikamarnya ketika Seul masuk. seul bertanya apa Wol tak tidur lagi.
Wol bertanya balik kemana saja Seul pergi larut malam begini. Ia melhat
seul terluka dan bertanya kenapa. seul bebohong, ia mengatakan ia
sedikit berlatih. Wol : kemarilah, aku ingin melihat lukamu. Seul : aku
benar-benar baik-baik saja. Hanya pakaian yang robek, aku tak terluka.
Wol bertanya lagi kemana Seul pergi. Seul mengatakan ia pergi ketempat
majikannya sebelumnya. Wol mengatakan mereka pasti orang baik, bahkan
seul masih mengunjunginya sampai sekarang. Seul mengatakan bahwa mereka
benar-benar baik. Memperlakukannya sebagai manusia (dulu budak tidak
diperlakukan layak, bahkan bangsawan tak memandang mereka sebagai
manusia).Seul mengatakan mereka memberinya nama yang cantik seperti
'Seul'. Seul berkata dalam hatinya : Nona, kaulah orang itu. (aduh,, aku
sedih lagi niy............................).

Yeom
ingat bagaimana Myung mengatakan mereka semakin tua, tapi Yeon Woo
selalu berusia 13 tahu dalam ingatan mereka. Yeom masuk ke dalam rumah
lamanya dan melihat di sekeliling ruangan (Yeom lebih sedih dengan
kematian Yeon Woo dari paad Ayahnya ya....). Ia melihat kotak yang
berisi barang-barang Yeon Woo dan menangis saat menyentuhnya. Yeom ingat
kata-kata Yeon wo 'Jangn mundur ketuka kau memutuskan untuk maju'. Yeom
membuka kotak dan melihat surat yang ditulis Yeon Woo untuk Hwon. Suara
Yeon Woo Kecil : Hati seseorang juga seperti itu. tidak mudah mengubah
hati seseorang. Apapun yang terjadi, apapun akubat pilihan ini, aku
tidak akan melupakan Yang Mulia Putra Mahkota.


Yang
Myung melihat seseorang dalam kegelapan dan bertanya apakan itu hantu
atau seseorang. Dia Jansil. Myung bertanya ada apa, mengapa jansil
disitu malam-malam. Jansil mengatakan ia minta maaf pada Myung. Myung
bertanya maksudnya. Jansil berkata orang yang sedang dicari oleh Myung,
ia akan bantu mencarinya. Jansil berlari dan memeluk Myung. Jansil :
karena kakak adalah penyelamat hidupku, aku akan membayar kembali untuk
itu. Bahkan jika badanku robek, aku pasti akan membayarnya kembali. Aku
akan pastikan kakak bertemu dengannya, jadi jangan terlalu menderita ok?
Yeom duduk dengan surat Yeon woo untuk Hwon.
Hwon
ingat kata-kata Wol : siapa yang kau lihat dalam diriku? melalui aku,
siapa yang kau lihat? Hwon tak bisa tidur dan ia duduk.

Min
Hwa menguap. Ibu Yeom mengatakan Min Hwa dapat meninggalkannya karean
ia baik-baik saja. Min Hwa berkata : Tidak, sampai ibu mendapatkan
energi kembali, aku tak akan berpisah dan akan berada disisimu. Ibu
berterima kasih, ia merasa lebih baik. Yeom datang dan memanggil ibunya,
ia berkata ternyata min hwa disana juga. Ibu berkata sejak kemarin Min
Hwa tidak pernah meninggalkannya karena takut ibu sedih lagi. Yeom
berterima kasih karena Min Hwa merawat ibunya. Min Hwa : Bagaimana kau
bisa berkata seerti itu, kita kan seami istri.

Min
Hwa melihat pakaian suaminya dan bertanya apakah Yeom akan keistana.
Yeom berkata iya, tadi malam ia menerima perintah. Min Hwa : kenapa kau
baru mengatakannya sekarang? Jika kau mengatakannya lebih cepat kita
bisa pergi bersama. Yeom : aku tak memikirkan itu, lain kali aku pasti
akan melakukannya. Yeom memberitahukan ibunya ia pergi dan kembali. Ibu
mengatakan sesuatu tentang Hwon. Sepeninggal Yeom, ibu bertanya apa Min
Hwa marah karena ditingga sendirin? Min Hwa mengatakan bukan, ia hanya
merasa tak nyaman. Ibu bertanya kenapa. Min Hwa : karena jika suamiku ke
istana.......
Yeom berjalan dan para gadis terpesona. Seorang
mentri menyangka dia lah yang dipandangi gadis, ia tak tahu Yeom ada
dibelakangnya. Para gadis tergila-gila pada Yeom, kali ini tak ada
cahaya seperti pada Yeom kecil dulu ^^.

Hwon
senang melihat Yeom dan ia memegang tangannya. Hwon bertanya mengapa
begitu sulit melihat Yeom. Hwon berkata jika ia tidak mengundang Yeom
keistana, maka Yeom tak akan menunjukkan wajahnya diistana.Hwon
memerintahkan menyiapkan makanan dan memberitahukan semuanya untuk
mundur, karena ia hanya ingin berdua dengan Yeom.
Para Menteri
berulah lagi. Mereka menggosipkan Yeom yang berani datang ke istana.
Mereka khawatir yeom datang akan mempengaruhi pengikutnya dan bla bla
bla. Mentri Yoon merasa aneh, mengapa Yeom datang ke istana saat
sayapnya patah.

Yeom
menyerahkan surat Yeon Woo untuk Hwon dan meletakkannya di atas meja.
Hwon bertanya apa itu. Yeom : Ini adalah surat terakhir yang ditulis
adikku sebelum ia meninggal. meski sudah lama berlalu, aku pikir aku
harus memberikannya pada anda. Hwon bertanya apa itu benar-benar surat
Yeon woo yang ditinggalkan untuknya. Yeom mengiyakan. Hwon menangis dan
mengatakan: ini adalah yang ditinggalkan Yeon woo untukku terakhir
kalinya... Yeom : selama adikku hidup, setelah aku, maka orang yang
paling dia hargai adalah anda. JIka kau mengambil ini maka adikku
disurga akan bahagia. Hwon meraih surat itu. Yeom : Sekarang lupakanlah
adikku. Ratu ada di samping anda, jangan buat Ratu merasa kesepian lagi.
Jika anda terus terusan tak bisa keluar dari bayang-bayang anak itu,
aku ragu itu yang adikku inginkan. Ini adalah permintaanku dan adikku.
Tolong terima..
Hwon menangis dan bertanya : kenapa semua orang menyuruhku untuk melupakannya?

Yeom
keluar dan Hyung Sun minta agar Yeom sering mengunjungi Hwon. Meskipun
ia tak mengatakannya, Hwon sangat merindukan anda. Hyung sun juga
mengatakan Yeom harus berada di sis Yang Mulia.


Hwon
membaca surat didepan Hyung Sun. Suara Yeon woo kecil : Pangranku -
dengan kekuatan terakhirku, aku menulis surat ini. Ini mungkin tidak
sampai kepada anda. Sebelum aku pergi (meninggal) aku senang meliha
anda. Lupakan lah aku, dan tinggalkan aku sebagai memori. Ayah segera
akan membawakan obat untukku, dan aku tak akan melihat anda untuk
selamanya. Lupakan aku. Aku berharap anda sehat dan menjadi Raja yang
sukses.

Hwon
menangis dan berkata pada Hyung Sun : Anak ini mengatakan padaku untuk
tetap sehat sampai saat ia menutup matanya dan ia menulis surat ini
dengan kekuatan terakhirnya - apa yang aku lakukan.... Apa yang aku
lakukan. Dia pasti sangat kesakitan. dia pasti sangat tersiksa untuk
menulis ini dengan tangannya, tulisannya berantakan. Hwon memerintahkan
Hyung Sun membawakan barang-barang peninggalan Yeon Woo padanya tempat
kenang-kenangan akan yeon Woo dan tempat surat lama Yeon woo. Hwon : Aku
tak dapat mengingat.... tulisan tangan Yeon woo itu. Aku tak dapat
mengingatnya. Aku harus melihatnya - surat yang dia berika padaku, aku
harus melihatnya lagi. Hyung Sun melaksanakannya.

Mata-mata
Bo Kyung melaporkan bahwa Hwon berjalan-jalan di malam hari dan jimat
itu kembali, tidak kembali ke kamar Hwon. Bo Kyung bertanya-tanya kenapa
Hwon pergi berjalan-jalan malam hari. Gadis itu berkata Hwon selalu
melakukannya. Bo Kyung bertanya apa yang terjadi setelah itu. Gadis itu
berkata Hwon terlihat tidak nyaman setelah Yeom meninggalkannya siang
hari dan tiba-tiba ada perintah untuk membawa sebuah kotak pada Hwon. Bo
Kyung bertanya, Kotak? Gadis itu berkata itu tampak seperti kota biasa,
tapi ada tulisan "Hujan" di dalamnya. Bo Kyung : Kau mengatakan
'hujan'? (Hujan = Yeon woo).




Hwon
menangis dan menyentuh surat tua Yeon Woo. dan dengan cepat
mengeluarkan salah satunya dan ia membandingkan tulisan Yeon Woo dengan
tulisan Wol dalam suratnya. Dia berteriak meminta Wol dipanggil
sekarang.

Wol menuju kediaman Hwon dan Yang Myung tiba-tiba datang dan mengehentikannya. Ia bertanya: Apakah kau mengenaliku?


Hwon membandingkan tulisan tangan Yeon woo dan Wol, ia menengadah dan sepertinya ia tahu sekarang.
END...
Source: http://myls-koreanlover.blogspot.com/
0 komentar:
Post a Comment