
So many tears!
Episode 5 Drama The Sun and The Moon yang tayang malam tadi benar-benar membuat sediiih,
kasian, kesal, dan pastinya menangis. Jujur, aku belum nonton dan hanya lihat gambar,
preview
dan sinopsisinya saja, tapi benar-benar menusuk. Pantes Rating drama
ini naik jadi 27, 55%. Yeah, selamat!!! Aku harus mengucapkan selamat
tinggal untuk aktor dan aktris cilik kita malam nanati, karena di
episode 6 nanti, mereka akan digantikan oleh para aktor dewasa kita....
Episode 5 : Tears of Firs Love

Yeon
Woo sedang dilatih untuk memberi salam / hormat dimana api lilin tidak
boleh bergerak, sehingga harus sangat hati-hati dan anggun. Yeon Woo
mencobanya dan ia tersandung, tapi lilinnya nggak bergerak. Yeon Woo
mengatakan bagaimana ia harus menahan kepalanya saat ia menunduk dan
tidak menggerakkan kepala sedangkan kepalanya sangat berat.


Lee
Hwon sedang berjalan diluar dan bertanya pada Yeon Woo : Apakah
tidurmu nyenyak? mulai hari ini kau harus memulai berlatih (untuk
menjadi putri mahkota). Tiba-tiba ada suara dari dalam. Yeon Woo sedang
mencoba menyeimbangkan piring dilengannya dan tak memindahkan mereka
saat ia berjalan.Hwon melihatnya dari luar dan berkata : Jika itu sulit,
aku percaya kau bisa melakukannya dengan baik.lalu ia mendengar suara
pecah dari dalam dan itu artinya Yeon Woo memecahkannya. Dan Hwon
berkata lagi, siapa yang melatih Yeon Woo harus bekerja keras. Dayang
yang melatih Yeon Woo mendesah setiap kali Yeon woo berdiri dan
memecahkan piringnya.

Dayang
yeon Woo memberikannya beberapa makanan dan mengatakan bahwa Hwon
mengiriminya surat. Yeon Woo membaca surat dari Lee Hwon.
Hwon :
Meskipun aku tidak bisa bertemu denganmu sekarang karena dilarang, aku
akan menunggu sampai malam itu tiba dimana kau menjadi istriku. Yeon Woo
tersenyum saat membacanya. (^^).

Malam
harinya Shaman Jang sedang sendirian dan Nenek datang padanya. Ia
bertanya apakah Jang sudah siap. Jang berkata Ya. Nenek menyerahkan
barang-barang milik Yeon Woo dan memberitahukan Shaman Jang untuk
memulai.


Shaman
Jang memulai ritualnya. Nenek berdiri dan melihat. Shaman Jang
memasukkan sesuatu dan api mulai hidup dan ada asap berwarna hitam. mata
Shaman Jang terlihat menakutkan. Asap hitam terbang diruangan itu.
Yeon Woo dalam kamarnya sedang membaca lagi surat dari Hwon dan tersenyum. Dia melipat
suratnya dan menyimpannya dibawah bantal. Ia mematikan lilin dan siap untuk tidur.


Shaman
Jang membuat asap hitam tersebut menyelimuti ruangan dan pergi ke kamar
Yeon woo dan seperti ular berjalan menuju Yeon Woo. Yeon woo bangun dan
tersedak asap. Ia merangkak
menuju pintu tapi asap memenuhi ruangan dan ia kesulitan bernafas. hingga ia pingsan.


Nenek
bertanya apakah sudah selesai. Shaman Jang menjawab ya. Nenek bertanya
kapan ia bisa melihat efeknya. Shaman Jang berkata ia tak tahu kapan
persisnya. nenek khawatir itu tidak bekerja, tapi Shaman Jang mengatakan
kalau itu akan bekerja. Nenek berkata jika itu tak bekerja (Yeon Woo
tidak mati) maka Shaman Jang yang akan menyelesaikannya dengan tangannya
sendiri.

Nenek
berjalan keluar. ia membuka pintu dan melihat putri Min Hwa diluar
dengan pandangan takut. Nenek berkata agar Min Hwa tidak usah gugup dan
takut, karena Apa yang diinginkan
putri akan tercapai (Menikah dengan yeom). Min Hwa gemetar ketakutan. (Well, aku rasa tadi
nenek
sengaja mengajak min hwa, makanya muka nenek tenang aja saat melihat
min hwa. min hwa tahu rencana neneknya. Aku muali benci gadis ini,
huhuhuhuhuhuhu. Apa yang akan terjadi jika Yeom tahu kalau adiknya mati
karena istrinya ya???)


Seorang pelayan melihat Yeon Woo tergeletak ditanah. Ia mencoba membangunkan dan memberitahu yang lain dan meminta bantuan.

Raja
dan para mentri bertemu membahas penyakit Yeon Woo. Mereka berpendapat
bahwa kondisi Yeon Woo tidak terlihat baik dan setelah menunggu beberapa
hari itu bukanlah penyakit biasa dan bukan penyakit yang dapat diobati.
Tetapi Raja mengingatkan mereka bahwa Yeon Woo adalah istri pangeran.
Mentri khawatir bahwa penyakit itu bisa menyebar diistana dan mereka
takut. Mentri Yoon menambahkan kalau Yeon Woo menyembunyikan penyakitnya
dan menjadi putri. Raja bertanya apa yang Yoon inginkan. Yoon berkata
mengusir Yeon Woo keluar karena ia telah menyembunyikan penyakitnya dan
memilih istri baru untuk putra mahkota. Ia juga minta mentri Heo
membayar kejahatannya karena menyembunyikan penyakit putrinya.


Dayang
Yeon woo sedang merawat Yeon Woo. Tabib berkata kalau mereka tak bisa
lagi merawat Yeon Woo karena ada perintah kerajaan untuk mengusir Yeon
Woo. Dayang berkata kenapa tiba-tiba sekali, sedangkan mereka belum
melakukan persiapan. Mereka berkata kemungkinan penyakit Yeon Woo
menular sehingga yang menjadi milik Yeon Woo harus dihapus. Ia
memerintahkan para dayang agar tidak meninggalkan apapun milik Yeon Woo
dan semua miliknya harus dibakar.


Hwon
datang ke kediaman Yeon woo dengan air mata berlinang. Tapi ia
dihalangi oleh para penjaga. Hwon mengatakn : minggir! dia adalah
istriku! Tapi penjaga tetap tak memperbolehkan
Hwon masuk dan Hwon hanya bisa melihat Yeon Woo dibawa pergi.



Hwon
menangis memnanggil nama Yeon Woo. Yeon Woo menatap Hwon dan menangis,
ia lalu berjalan keluar. Hwon terus memanggil nama Yeon Woo. Yeon Woo
kembali melihat Hwon dan menangis. Hwon terus meronta minta dilepaskan
dan menangis. Nenek melihat semua itu. (Huhuhuhuhuhuhu,
sediiiiiiiiiiiiiiiihhh).

Mentri
Yoon meminta nenek untuk mengawasi Hwon, karena Hwon pasti akan
bertindak. Nenek berkata pangeran belum tahu apa yang mereka lakukan.


Nenek mendekati Hwon dan berpura-pura sedih (wwweeeekkkkkkkk!!!)

Nenek
bertemu dengan Hwon. Ia minta hwon melupakan Yeon woo. Hwon mengatakan
kalau Yeon woo akan menjadi istrinya bagaimana mungkin ia bisa
melupakannya. nenek mulai mempengaruhi Hwon, dan minta Hwon diam dan
diam, agar Yeon woo tak terluka. Nenek berkata yeon Woo mungkin bisa
sembuh dengan perawatan ibunya.

Dirumah
Yeon Woo Tabib (tabib) mengatakan bahwa penyakit Yeon Woo adalah
penyakit yang aneh. Tabib berkata dalam 30 tahun ia bekerja menjadi
tabib, ia belum pernah melihat penyakit itu. Yeon Woo normal, tapi ia
dalam keadaan yang buruk. Yeon Woo tersedak dan ibunya bertanya kenapa
Yeon Woo seperti ini. Ibu memohon pada tabib untuk menyelamatkan
putrinya. Tabib berkata ia akan memberikan obat tapi jangan mengandalkan
terlalu banyak. Ibu marah dan berkata kenapa dokter berbicara begitu
tak yakin. Ayah menenangkan ibu. Yeom berkata dan memohon agar tabib
menyelamatkan adiknya dan ia akan memberikan segalanya. Ibu pingsan dan
ayah meminta Yeom membawa ibu ke kamar.


Ayah
Yeon Woo pergi keluar dan mendesah. Shaman Jang muncul dan memberi
hormat padanya. Shaman Jang berkata ini pertama kali mereka bertemu.
Ayah bertanya siapa dia. Shaman Jang berkata kalau ia adalah Shaman
kerajaan dan memberitahukan namanya. Ayah berkata seharusnya dia ada
diistana, kenapa ada disini? Shaman Jang berkata ia datang sendiri (tak
ada yang tahu) jadi jangan khawatir. Ia meminta untuk melihat Yeon woo
sebentar.


Shaman
Jang ada dalam ruangan bersama Yeon woo dan ayahnya. Shaman Jang
berkata Yeon Woo memiliki penyakit dari shaman (maksudnya adalah
penyakit yang timbul karena seseorang terpilih menjadi shaman).

Mentri
Yoon sedang pesta dengan pengikutnya. Mentri Yoon mengatak pada
koloninya bahwa Yeon Woo tidak akan pernah pulih dan tak akan hidup
lagi. Bo Kyung mendengarnya.
Bo Kyung bertanya pada ayahnya apakah ia membunuh Yeon Woo?


Ayahnya
berbicara dengan Bo Kyung. Ayahnya bertanya apakah bo kyung takut pada
ayahnya atau merasa kasihan pada Yeon woo. Ayahnya berkata kalau Yeon
Woo punya penyakit yang akan membunuhnya. Apa kau tidak berfikir apa
alasan sebenarnya kenapa aku menceritakan
kebenarannya? karena kau perlu mempersiapkan diri.

Bo
Kyung bingung. Kau ingin tinggal diistana, kau bilang ingin
mendapatkan hati pangeran. Jika kau ingin melakukannya maka kau harus
membuang rasa bersalahmu. Ingat bagaimana kau merasa marah saat mereka
mengambil apa yang kau inginkan. Jika kau tak siap, maka kau tak bisa
naik ke posisi yang lebih tinggi.


Ayah
Yeon woo sedang menjaga putrinya. Dia ingat apa yang dikatakan oleh
Shaman Jang. Shaman Jang mengatakan kepadanya bahwa ini adalah perintah
yang telah diberikaa padaya. Jika Shaman Jang tak menerima perintah itu
maka penderitaan Yeon Woo akan berhenti. Ayah mengatakan mengapa itu
terjadi dan mengapa itu harus terjadi pada putrinya. Shaman jang berkata
dia tak tahu kenapa Yeon Woo yang terpilih dan itu menyebabkan Yeon woo
menderita penyakit. Ayah bertanya apa ada cara untuk menyelamatkannya.
Shaman jang berkata ada. Ia mengatakan bahwa penyakit akan menmbutuhkan
kematian. Ayah menawarkan hidupnya. Tapi Shaman Jang bilang bahwa hidup
Yeon Woo yang bisa menyelamatkannya. Yeon Woo harus menjadi shaman,
kalau tidak itu akan lebih menyakitkan. (Well, aku kurang ngerti
dibagian ini. Apa Shaman jang mengaku kalau ia yang membuat penyakit
itu? sehingga ia ingin mengobatinya dengan mempertaruhkan sebuah
kematian dimana Yeon woo yang akan mati. Atau Shaman Jang mengatakan
akan ada yang terpilih saat ia membuat ritual - maksudnya menjadi
shaman- dan yang terpilih adalah yeon woo. Aku nggak ngerti ni,
mianhae...)

Dan,,, sekelompok mentri ingin Raja segera memilih seorang gadis untuk jadi istri putera
mahkota.

Hwon marah dan Hyung sun menenangkan. Hwon mengeluh karena calon putri berikutnya pasti
putri mentri Yoon. Hwon menangis dan mulai berkata setelah istrinya (Yeon Woo) diusir dan
kembali, pada saat seperti itu Yang Myung tidak ada untuk menghiburnya, sekarang diistana
tak ada satupun yang mengerti dia, dan tiba-tiba ia berhenti menangis.

Woon sedang berlatih melawan penjaga lain. Yang lain mulai bergosip bahwa Woon bukanlah
manusia,
ia seperti pedang. mereka muali menjelekkan Woon karena statusnya dan
bagaimana woon bisa mempunyai kehidupan lebih baik karena ia kenal
dengan pangeran. Hwon muncul dan berbicara bagaimana ia gelisah
sepanjang hari dan membicaraan tentang permainan sepak bola tempo hari.

Hwon
melihat kesalah satu penjaga dan bertanya siapa pemain yang terbaik
saat itu. mereka menjawab Jae Woon. Hwon meminta dua dari mereka
mengikutinya, Woon dan Penjaga yang lain. Penjaga mulai bergosip,
tampaknya Hwon dendam pada mereka dan berkata apa penjaga satunya dan
woon dibawa untuk dihukum?

Penjaga
itu ada disebuah kamar tanpa pakaian. Hyng sun datang dengan sebuah
pakaian dan berkata aku tak tahu apakan ini cocok untukmu, jadi pakailah
ini untuk sementara. Hyung sun mengingatkan penjaga itu agar tak
memberitahukan siapaun mengenai hal itu.

Yeon
Woo sedang berbaring lemas dan mendengar seseorang sedang memanggil
namanya. Ia membuka mata dan melihat bahwa itu adalah Hwon. Hwon
meminjam pakaian penjaga tapi untuk menyelinap keluar istana. Hwon
bertanya apa Yeon woo mengenalinya. Itu tak masalah selama Ia mengenal
Yeon woo.


Yeon
Woo menutup mata dan menyebut nama Hwon dan ia membuka mata lagi. Yen
Woo : apakah ini benar-benar anda yang mulia? Hwon menangis dan
bertanya apa yang kau maksudkan. Yeon woo berkata bahwa ini bukan ilusi,
dan ini benar-benar dirimu. Hwon berkata kalau ini bukan ilusi. Aku
datang untuk melihatmu. Yeon Woo menangis dan tersenyum. Hwon mengambil
pin rambut emas dan memberikannya kepada Yeon Woo. Itu adalah pin
rambut untuk putri mahkota.

Hwon
menjelaskan arti dari nama itu (pin-nya). Itu adalah bulan yang
merangkul matahari (milik ratu). Raja adalah matahari dan Ratu (istri
raja) adalah bulan. Hwon mengulanginya 'The Moon That Embraces The Sun'
dan Yeon woo mengulanginya. Dalam hati hwon berkata Dalam hatiku, kamu
adalah satu-satunya istriku, cepatlah sembuh dan kembali kesisiku. Yeon
woo berkata ia minta maaf atas semua kesalahannya. Hwon berkata itu
bukan kesalahannya dan apapun yang terjadi jangan menyalahkan dirimu
sendiri. Yeon woo berkata ia sangat senang bertemu Hwon. dia tersenyum
Tapi Yeon woo mulai tersedak lagi.

Yeom
dan woon diluar menunggu Hwon. Yeom berkata Woon melakukan hal yang
berbahaya untuk mengawal Hwon kerumahnya dengan diam-diam. Yeom berkata
ia membiarkannya karena ini hal yang mendesak, tapi bagaimana jika
terjadi sesuatu pada putra mahkota.


Seul
mendengar pembicaraan mereka dan Woon melihatnya hingga seul melarikan
diri. Yeom berkata pada Woon kalau seul terlihat menyukai Woon. Woon
berkata sepertinya bukan (maksudnya Woon berfikir sebaliknya bahwa Seul
suka Yeom). Yeom : dia memiliki keterampilan pedang.

Hwon
dan Woon berjalan bersama. Hwon bertanya apakan namamu Jae Woon. Woon
mengiyakan. Hwon berkata Yeom gurunya memanggilnya Woon, apakah ia juga
boleh memanggil Woon. Woon berkata itu akan menjadi kehormatan. Hwon
berkata ia ingin sekai datang ketempat dimana istrinya lahir dan
dibesarkan. Yeon woo mengalami masa sulit dan Hwon tak bisa melakukan
apapun.
Hwon menangis.

Yang
Myung dalam pengembaraannya berjalan dengan 2 anak laki-laki. Myung
bertanya mengenai suatu tempat dan anak laki-laki itu memberi tahu.
myung memberikan uang dan ank itu berterima kasih.

Myung masuk ke desa dan disana ada pertandingan.

Myung
ikut dalam pertandingan itu. Ia melawan seorang pria besar. Myung ingat
perkataan raja, ia ingat Yeon Woo. Dia berkata pada dirinya sendiri
apakah ia menyesal memilih jalan itu.

Myung
makan sup. Ia mendengar orang-orang berbicara mengenai pajak yang
dinaikkan. Mereka juga membicarakan mengenai istri pangeran akan dirubah
dan calon istri yang diusir akan mati. Myung bertanya pada orang itu
apa maksudnya mereka butuh istri baru untuk pangeran dan istri lama akan
mati.

Myung memacu kudanya dan memohon agar Yeon Woo tetap hidup.

Ayah
Yeon Woo minta agar Yeom menginap disuatu tempat untuk sementara waktu
karena Yeom adalah orang yang mengurus pangeran. Yeom mengeluh karena
Yeon Woo terbaring sakit bagaimana ia bisa pergi untuk menghindari
penyakit. Yeom berkata ia tak akan melakukannya. Ayah berkata tak ada
cara mengetahui penyakinya. Yeom berkata jika ia tak bisa melindungi
adiknya bagaimana ia bisa melindungi putra mahkota. Ayah Yeom marah dan
berkata kalu tugas Yeom adalah melindungi putra mahkota, jadi ayahnya
meminta yeom untuk pergi.

Yeom
melihat kearah rumanya saat ia akan berangkat, ia melihat Seul
mengintip. Yeom berkata ia minta tolong pada seul untuk memberikan
suratnya pada Yeon Woo, karena Yeon Woo masih tidur, jadi ia tak bisa
berpamitan. Yeom berkata mungkin seul tak bisa membaca, tapi Seul
berkata ia bisa membaca karena Yeon Woo mengajarinya. Yeom senang dan
berkata ia merasa aman karena Seul ada disisi Yeon Woo.

Sel menangis dan melihat Yeom pergi (aku rasa Seul emang suka sama Yeom)

Seul
masih menangis dan melihat ayah Yeon Woo bertemu seseorang. Ayah Yeon
Woo memanggilnya dan meminta seul untuk mengikuti pemilik barunya. Ayah
memberitahu orang bahwa seul adalah anak yang manis dan disukai. Pria
itu memberi tahu ayah untuk tidak khawatir. Seul bertanya apakan aku
melakukan sesuatu yang salah. Ayah menggeleng. Seul berkata ia akan
memperbaikinya jadi jangan menjualnya pada orang lain. Sel berkata ia
tak akan banyak makan, jadi biarkan ia tetap tinggal. Ayah berkata untuk
sementara seul ikut pria itu dan ia akan memanggil kembali saat Yeon
Woo sembuh.

Yeon
Woo tersedak dan ibunya membantunya, ayah datang dan memegang Yeon Woo,
Yeon Woo muntah darah (T_T). Ayah ingat kata-kata Shaman Jang tentang
bagaimana cara mengakhirinya sehingga ayah bertanya apakah itu artinya
ia akan memberikan nyawa putrinya?

Shaman
Jang menemui ayah yeon Woo. Jang berkata solusinya adalah membiarkan
Yeon woo dengan nyaman menutup matanya, itulah satu-satunya cara.


Ayah
Yeon Woo betanya, Jika dia mengambil obatnya, maka itu akan mengakhiri
penderitaan putrinya? Jang berkata ya, ia akan mengambil mantarnya
hingga yeon woo bisa menutup matanya.

Setelah
Jang pergi, Jang berkata dalam hati bahwa ia melakukan dosa pada ayah
Yeon woo dan ia akna membayarnya sepanjang hidupnya.

Ayah
Yeon woo membuat obat dan ibu datang dan mengatakan akan melakukannya
jadi ayah bisa istirahat. Ayah berkata ia akan tetap disitu (membuat
obat). mereka sama-sama khawatir tentang putri mereka (I love them).

Yeon
woo ingta Jang mengatakan kalau ia punya penyakit jantung. yeon Woo
bangkit dan menulis surat untuk Hwon, dengan sisa kekuatannya.

Hwon
tidur dan membuka matanya. Ia melihat Yeon woo duduk dikamarnya dan
tersenyum. Hwon berkata kalu yeon woo sudah baik sekarang. Yeon woo
bertanya apakan anda tahu alasanku mengirimkan tanaman ini? Hwon berkata
kalau Yeon Woo sudah mengatakannya. Yeon Woo berkata ada makna lainnya.
Yeon Woo berkata bahwa ia ingin Hwon penasaran pada apa yang akan
tumbuh dalam pot. Yeon Woo pamit dan minta Hwon agar selalu baik-baik
saja dan ia menghilang.

Hwon terbangun...


Yeon Woo melipat suratnya dan memasukkannya dalam kotak. Dia berbaring dan menutup matanya.


Ayah
Yeon woo datang. Ayah yeon woo memanggil putrinya dan memintanya duduk
untuk meminum obatnya. Ayah berkata bagaiman obatnya bisa panas,
seharusnya ia mendinginkannya, ayah mendinginkannya dan ayah yeon woo
berkata kalau ia tahau ini akan terjadi pada yeon woo, ia akan
membiarkan yeon woo membaca buku sepuasnya dan membiarkan yeon woo
melakukan apa yang ia sukai. Aku pikir banyak waktu yang akan tersisa.
Yeon Woo minta ayahnya segera memberinya obat.

Ayah
membantu Yeon Woo duduk dan memeluknya. Dia memberi Yeon Woo obat. Yeon
Woo menangis. Ayah bertanya apa obatnya pahit? Yeon woo berkata kalau
itu benar-benar pahit. Ayah berkata ia akan memeluk Yeon woo sampai Yeon
Woo tertidur. Yeon Woo berkata ia suka dipelukan ayahnya karena ia
mencium aroma kakaknya dalam pelukan ayahnya. Yeon woo berkata biarkan
ia tidur dengan hadiah dari Hwon. Yeon Woo berkata ia mengantuk dan
biarkan ia tidur sementara waktu. Ayah memanggil namanya dan memegang
lebih erat. Ayah berkat : Yeon Woo, ayah minta maaf, aku akan segera
mengikutimu. Tangan Yeon Woo jatuh (I was Cry....!!!!!)

Ayah
meneriakkna nama Yeon Woo dan ibu berlari masuk. Ia menuju Yeon woo dan
membelai wajah putrinya. ia memeluk Yeon Wo dan menangis.

Hyung
Sun membawa berita duka untuk Hwon. Bahwa Yeon Woo meninggal dalam
pelukan ayahnya seperti tertidur. Yeon Woo menutup matanya dengan
nyaman. Hwon terhuyung-huyung. Dia berjalan linglung, tersandung dan
kembali berjalan.

Para
penjaga mendapat perintah bahwa Hwon dilarang meninggalkan istana. Hwon
menangis dan mengatakan agar membiarkannya pergi. Hwon : Aku punya
banyak hal yang ingin aku katakan untuk istriku. aku memiliki banyak hal
untuk dikatakan padanya! Biarkan aku pergi ! Yeon Woo! Yeon Woo ya~!!!!
Biarkan aku pergi, Yeon Woo! biarkan aku pergi!!! aku punya banyak hal
untuk disampaikan! Yeon Woo ya~!
End....
Source: http://myls-koreanlover.blogspot.com
0 komentar:
Post a Comment